Intime – Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya akan menyampaikan langsung pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5). Langkah tersebut dinilai menjadi penanda tradisi baru dalam proses penyusunan anggaran negara.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, selama ini penyampaian KEM-PPKF selalu dibacakan Menteri Keuangan atas nama presiden. Karena itu, keterlibatan langsung kepala negara dinilai memiliki pesan politik dan ekonomi yang kuat.
“Biasanya dibacakan Menteri Keuangan atas nama Presiden. Kalau sekarang disampaikan langsung Presiden, ini menjadi tradisi baru,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Menurutnya, KEM-PPKF merupakan agenda tahunan pemerintah setiap 20 Mei yang menjadi titik awal pembahasan RAPBN tahun berikutnya, termasuk RAPBN 2027.
Dalam dokumen tersebut, pemerintah akan memaparkan berbagai asumsi dasar ekonomi makro, mulai dari target pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, hingga asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP), lifting minyak, dan lifting gas.
“Nanti dibahas asumsi makro, mulai pertumbuhan, inflasi, nilai tukar rupiah, sampai ICP serta lifting minyak dan gas,” ujarnya.
Selain asumsi ekonomi makro, pemerintah juga akan mulai membicarakan pagu indikatif kementerian dan lembaga sebagai fondasi awal penyusunan anggaran tahun depan.
Misbakhun menilai publik akan menaruh perhatian besar terhadap pidato perdana Prabowo dalam penyampaian KEM-PPKF tersebut, terutama untuk melihat arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintahan ke depan.
“Masyarakat pasti menunggu apa yang menjadi perhatian Presiden dalam KEM-PPKF ini,” tandasnya.

