Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belum berencana mencabut kebijakan ganjil genap di kawasan Gajah Mada, Jakarta. Kebijakan pembatasan kendaraan itu masih dipertahankan hingga pembangunan MRT Jakarta jalur Utara-Selatan tersambung sampai Kota Tua.
Pramono mengatakan, pembangunan MRT saat ini masih berlangsung. Pemprov DKI menargetkan jalur tersebut dapat beroperasi hingga kawasan Harmoni dan Monas pada 2027, sebelum dilanjutkan menuju Kota Tua.
“Pertanyaannya adalah apakah kebijakan ganjil genap masih dipertahankan atau tidak? Tentunya kalau saya jawab sekarang, saya tidak melihat kenyataan yang ada,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10).
Menurut Pramono, pencabutan ganjil genap sebelum pembangunan MRT mencapai Kota Tua berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan sistem transportasi di Ibu Kota.
“Begitu saya cabut kebijakan ini, ternyata belum selesai sampai dengan Kota Tua pasti, lalu lintas ataupun transportasinya juga terganggu,” ujarnya.
Karena itu, Pemprov DKI belum akan mengambil keputusan untuk menghapus kebijakan tersebut dalam waktu dekat. Evaluasi akan mempertimbangkan perkembangan pembangunan MRT dan kondisi transportasi Jakarta.
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI tengah menyelesaikan pembangunan MRT jalur Utara-Selatan yang menghubungkan kawasan Pondok Labu hingga Kota Tua.
Dia berharap pembangunan jalur tersebut dapat mencapai Harmoni dan Monas pada 2027. Sementara itu, pekerjaan konstruksi di permukaan jalan pada ruas Monas-Kota Tua diharapkan berkurang seiring perkembangan proyek.
“Mudah-mudahan tahun depan ini akan selesai sampai dengan Harmoni, Monas di tahun 2027 ini,” imbuhnya.
Dengan demikian, kebijakan ganjil genap di kawasan Gajah Mada masih dipertahankan sembari Pemprov DKI menunggu perkembangan pembangunan MRT sebagai salah satu alternatif transportasi bagi masyarakat.

