Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belum mau buru-buru memutuskan usulan car free day (CFD) digelar dua kali dalam sepekan. Pramono meminta usulan CFD setiap Sabtu dan Minggu itu dikaji lebih dulu.
Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Pramono mengatakan dinas terkait perlu mempelajari dampak pelaksanaan CFD selama dua hari.
“Karena ini saya tidak ingin terlalu buru-buru, maka saya minta sekarang ini didalami, dipelajari apa yang menjadi usulan untuk dua hari,” kata Pramono di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9).
Pramono juga meminta Pemprov DKI melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, warga perlu ditanya mengenai rencana penambahan hari pelaksanaan CFD.
“Dan juga tentunya kita tanyakan kepada warga,” ujarnya.
Dia menilai usulan tersebut memiliki tujuan baik, yakni menyediakan ruang bagi warga untuk berolahraga dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Namun, pelaksanaannya harus memperhitungkan dampak terhadap masyarakat secara luas.
Pramono menyoroti potensi gangguan akibat penutupan jalan. Selain menghambat mobilitas, penutupan ruas jalan juga dapat memengaruhi kegiatan ekonomi dan transportasi warga.
“Jangan sampai keinginannya untuk membuat warga sehat ternyata malah membuat warga tidak sehat karena harus menanggung beban yang apa, jalan yang ditutup dan sebagainya dan sebagainya,” tuturnya.
Karena itu, Pramono ingin memastikan kebijakan CFD dua hari tidak justru menimbulkan masalah baru. Pemprov DKI akan mengkaji aspek teknis, kebutuhan masyarakat, serta dampak penutupan jalan sebelum mengambil keputusan.
Pramono menegaskan pihaknya berkomitmen menciptakan kebijakan yang bermanfaat tanpa membebani warga Jakarta.
“Sehingga dengan demikian pasti kami akan putuskan pada saat yang tepat,” pungkasnya.

