Putusan MK Bisa Jadi Alasan Prabowo dan Gibran Pisah Jalan di 2029

Intime – Pengamat politik Hendri Satrio atau Hensat menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bukan beban bagi Presiden Prabowo Subianto.

Putusan itu justru bisa menjadi jalan keluar jika Prabowo dan kubu Jokowi-Gibran ingin berpisah jalan di Pemilu 2029.

“Keputusan MK bukan beban bagi Prabowo ataupun Gibran/Jokowi, keputusan MK justru dapat jadi solusi, alasan, jalan keluar bila mereka ingin berpisah jalan di 2029,” kata Hensat kepada wartawan, Sabtu (24/10).

“Alasannya simpel saja. Anda enggak mau lindungi saya, saya juga punya jalan sendiri. Ya sudah, kita pisah saja,” sambungnya.

MK membacakan putusan pada Selasa (6/10/2026). Majelis menyatakan permohonan tidak dapat diterima dan tidak bisa mendiskualifikasi Gibran.

Meski begitu, MK dalam pertimbangannya tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah setara SMA. MK juga menilai KPU lalai memeriksa syarat administrasi pencalonan.

Istana sendiri menyatakan Prabowo tidak akan mengintervensi putusan tersebut.

Hensat melihat tanda-tanda kemungkinan perpisahan politik itu dari sejumlah langkah Jokowi. Dia menyinggung pernyataan Jokowi yang awalnya menyebut Prabowo-Gibran dua periode, tetapi kemudian mengatakan Pemilu 2029 masih lama.

Jokowi juga mengumumkan bergabung dengan PSI dan memanaskan mesin politik di Bandung, yang disebut Hensat sebagai kandang Prabowo.

“Berbagai peristiwa politik terjadi, yang bisa terbaca sangat mungkin Prabowo dan Gibran/Jokowi tidak sejalan lagi atau akan menempuh jalan sendiri-sendiri di 2029,” ujarnya.

Menurut Hensat, langkah Jokowi bergabung dengan PSI bisa dibaca partai politik lain sebagai sinyal kesiapan menghadapi kompetisi. Dia menilai kekuatan akar rumput dan logistik Jokowi mulai dipersiapkan.

“Jangan-jangan memang Pak Jokowi yang logistiknya paling siap hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, Gibran disebut terus melakukan blusukan untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Hensat menilai Prabowo juga tengah menghitung waktu untuk menentukan langkah politiknya.

“Mas Gibran jalan-jalan, salaman-salaman. Mas Gibran itu kalau salaman, blusukan, keuntungannya dua. Yang pertama, popularitas dan elektabilitasnya naik,” katanya.

Hensat menegaskan Prabowo dan Jokowi kini sama-sama membangun jalan politik baru. Namun, belum dapat dipastikan apakah keduanya akan kembali bersama pada 2029.

“Apakah nanti di ujungnya mereka akan bertemu lagi, bersama atau tidak bersama Gibran/Jokowi, yang jelas mereka berdua sedang membangun jalan politiknya sendiri,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini