Intime – Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Lutfi Hakim menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan yang telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka dan memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Sejak awal berdirinya, NU konsisten berkontribusi dalam memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut KH Lutfi, NU tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang berperan aktif dalam membangun masyarakat melalui dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial.
NU, kata dia, juga terus mengawal ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi kehidupan beragama yang moderat dan inklusif.
“NU telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka dan memiliki peran besar dalam membangun bangsa dan negara,” ujar KH Lutfi saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU Ke-100 Tahun Masehi yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cakung di Gedung Wali Kota Jakarta Timur, Senin (2/2).
Ia menambahkan, NU dibimbing langsung oleh para ulama yang memiliki kapasitas keilmuan dan keteladanan moral. Hal itu menjadi kekuatan utama NU dalam menjaga soliditas organisasi dan istiqamah memperjuangkan kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.
“NU senantiasa fokus pada tujuan perjuangannya. Perbedaan pandangan di internal adalah hal wajar dan tidak akan menggoyahkan komitmen NU terhadap NKRI,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua MWCNU Cakung KH Nanang Qosim menjelaskan bahwa peringatan Harlah Ke-100 NU ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai peran dan keberadaan NU di tengah kehidupan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, NU ingin menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tingkat akar rumput, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap masyarakat semakin mengenal NU dan merasakan langsung kehadirannya dalam kehidupan sosial dan keagamaan,” kata KH Nanang.

