Rumah Keluarga Desta Dilempari Bom Molotov, Polisi Turun Tangan

Intime – Polisi menyelidiki aksi pelemparan bom molotov ke rumah keluarga founder Gerakan Indonesia Emas (GIE), Desta Pancaputra, di Ranca Tungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Akibat kejadian itu, sejumlah barang di rumah mengalami kerusakan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (18/10) dini hari. Rumah yang menjadi sasaran diketahui dihuni orang tua serta kakek dan nenek Desta.

Kapolsek Pameungpeuk AKP Saep Balya membenarkan adanya laporan terkait dugaan teror tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis Polresta Bandung.

“Iya benar kemarin kita sudah melakukan cek TKP dan olah TKP, kebetulan kita bersama dari Inafis Polres juga,” kata Saep kepada awak media, Rabu (21/10).

Saep mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.

“Kami masih penyelidikan. Pemeriksaan saksi-saksi sudah kita lakukan,” ujarnya.

Desta mengungkapkan, keluarganya mengetahui kejadian itu sekitar pukul 03.45 WIB. Saat itu, neneknya berteriak memanggil namanya setelah melihat rumah terbakar.

Desta kemudian keluar rumah dan mendapati neneknya dalam kondisi ketakutan. Keluarga sempat panik karena mengira rumah tersebut akan habis dilalap api.

Beruntung, warga sekitar yang masih terjaga membantu memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas.

“Alhamdulillah, puji Tuhan, api telah berhasil dipadamkan berkat bantuan warga sekitar,” tutur Desta.

Usai kejadian, Desta memeriksa rekaman CCTV di sejumlah titik. Dia mengaku melihat dua pengendara sepeda motor yang dicurigai berkaitan dengan aksi pelemparan molotov tersebut.

Selain itu, seorang penjual ayam potong yang hendak pergi ke pasar disebut melihat sepeda motor di sekitar lokasi kejadian. Namun, identitas orang yang dicurigai dan keterlibatannya dalam penyerangan masih harus dipastikan melalui penyelidikan.

Akibat kejadian itu, sejumlah barang rusak. Mulai dari kursi yang terbakar, pakaian yang hangus, hingga kaca pintu rumah yang pecah berkeping-keping.

Desta menyebut keluarganya mengalami trauma, terutama orang tua serta kakek dan neneknya. Dia juga mengungkapkan bahwa pamannya pernah menjadi sasaran dugaan teror pembakaran dengan modus serupa sekitar 10 hari sebelumnya.

Desta menduga aksi tersebut memiliki motif politik karena dirinya aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan di Kabupaten Bandung. Meski demikian, dia tidak menyebut pihak tertentu sebagai pelaku dan belum memiliki kepastian mengenai motif penyerangan.

“Secara individu, saya adalah orang yang tidak suka mencari masalah dengan orang lain. Akan tetapi, karena saya aktif menyuarakan keresahan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bandung, alasan politis inilah yang paling kuat saya duga menjadi dalang di balik pembakaran ini,” ungkapnya.

Demi keamanan, keluarga berencana membawa kakek dan neneknya tinggal sementara bersama saudara.

Desta meminta pihak yang merasa keberatan dengan kritiknya untuk menempuh cara yang beradab dan tidak menggunakan kekerasan. Dia juga berharap polisi segera mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

Desta merupakan founder Gerakan Indonesia Emas yang kerap menyampaikan kritik melalui media sosial. Isu yang disoroti antara lain kebijakan Bupati Bandung, tata kelola pemerintahan daerah, dan persoalan lingkungan.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini