Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 18.110 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Tekanan

Intime – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin. Tekanan terhadap mata uang Garuda terjadi di tengah tingginya harga minyak mentah dunia dan sentimen pasar yang belum mendukung.

Rupiah dibuka melemah 0,29 persen ke level Rp 18.110 per dollar AS. Namun, pelemahan tersebut kemudian menyusut menjadi 0,16 persen atau Rp 18.085 per dollar AS pada pukul 09.08 WIB.

Harga minyak mentah Brent yang berada di level 115,28 dollar AS per barel menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan rupiah.

Di pasar luar negeri, rupiah masih bergerak di kisaran Rp 18.118 per dollar AS. Pergerakan tersebut mencerminkan tekanan dari sentimen eksternal maupun domestik.

Sementara itu, indeks dolar AS sedikit melemah ke level 101,63. Imbal hasil atau yield US Treasury juga turun menjadi 4,96 persen dari posisi pekan sebelumnya.

Meski demikian, pergerakan sejumlah mata uang Asia yang menguat masih terbatas. Won Korea Selatan tercatat menguat 0,06 persen setelah sebelumnya sempat naik 0,71 persen. Yen Jepang menguat 0,03 persen, sedangkan ringgit Malaysia naik 0,01 persen.

Di sisi lain, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan, yakni 0,31 persen terhadap dollar AS. Baht Thailand menyusul dengan pelemahan 0,19 persen, sementara rupiah berada di posisi ketiga dengan penurunan 0,16 persen.

Dolar Hong Kong dan dolar Singapura juga melemah, masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,01 persen.

Tekanan terhadap rupiah turut terlihat di pasar obligasi domestik. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.11 WIB, sebagian besar tenor mencatat kenaikan yield.

Yield obligasi tenor acuan naik 1,2 basis poin menjadi 7,46 persen. Tenor 11 tahun meningkat 3,7 basis poin menjadi 7,45 persen, sedangkan tenor lima tahun naik 3,6 basis poin menjadi 7,28 persen.

Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka menguat 0,06 persen berbalik melemah 0,05 persen ke level 5.436,36.

Dengan kondisi tersebut, rupiah berisiko melanjutkan pelemahan menuju Rp 18.100 per dollar AS dan berpotensi menembus Rp 18.150 per dollar AS.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini