Serpihan Rudal Houthi Jatuh 20 Km dari Masjidil Haram, DPR Khawatir Keselamatan Jemaah Umrah Indonesia

Intime – DPR meminta pemerintah Indonesia bergerak melindungi warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi setelah serpihan rudal Houthi yang dicegat pertahanan Saudi dilaporkan jatuh sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram, Makkah.

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengaku khawatir dengan keselamatan WNI di Saudi, termasuk jemaah umrah asal Indonesia.

“Keselamatan warga sipil dan keamanan tempat-tempat suci harus dihormati. Setiap tindakan yang berpotensi membahayakan masyarakat serta memperluas konflik di kawasan perlu dihentikan,” kata Dave kepada wartawan, Senin (25/10).

Dave mendorong pemerintah mengambil langkah diplomasi agar konflik di kawasan tidak semakin meluas.

Menurutnya, Indonesia perlu menyuarakan penghormatan terhadap kedaulatan negara, perlindungan warga sipil, serta penyelesaian konflik sesuai hukum internasional.

Dia menyebut komunikasi bilateral dan forum multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dapat menjadi jalur untuk mendorong upaya tersebut.

Dave juga meminta pemerintah terus memantau situasi keamanan di Saudi.

Dia mengingatkan Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah umrah terbanyak di Saudi. Selain itu, ratusan ribu WNI juga bekerja, tinggal, dan belajar di negara tersebut.

“Koordinasi antara Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di kawasan perlu berjalan optimal agar informasi keamanan tersampaikan dengan baik dan langkah perlindungan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh turut meminta Indonesia mengambil peran aktif untuk menghentikan perang.

“Indonesia jangan hanya menjadi penonton. Pemerintah perlu aktif membangun komunikasi dengan negara-negara terkait dan menggalang dukungan internasional agar Houthi dan Arab Saudi menghentikan serangan. Kita harus mengedepankan dialog dan mencari jalan keluar yang damai,” tegasnya.

Oleh mengingatkan konflik tersebut berpotensi membahayakan WNI, terutama jemaah umrah yang sedang berada di Tanah Suci.

Sebelumnya, otoritas pertahanan sipil Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya untuk Makkah, Jeddah, Taif, dan Yanbu pada Sabtu (24/10/2026). Peringatan itu dicabut beberapa menit kemudian.

Pada Rabu (21/10), koalisi pimpinan Saudi mengumumkan telah mencegat sedikitnya lima drone yang mengarah ke Wilayah Timur dan Madinah.

Terbaru, serpihan rudal Houthi yang dicegat dilaporkan jatuh di Wadi Al-Mughammas, sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini