Rupiah Kian Tertekan, Tembus Rp17.483 per Dolar AS

Intime – Nilai tukar rupiah kembali terpukul pada perdagangan Selasa pagi (12/5). Mata uang Garuda melemah hingga mendekati level Rp17.500 per dolar AS, memicu kekhawatiran tekanan terhadap harga impor dan daya beli masyarakat.

Pelemahan rupiah yang terus berlanjut dinilai menjadi sinyal tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik masih kuat. Kondisi ini juga menunjukkan dolar AS masih menjadi aset aman yang diburu pelaku pasar global.

Jika tren pelemahan terus berlanjut hingga menembus level psikologis Rp17.500 per dolar AS, dampaknya berpotensi dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kenaikan harga barang impor, tekanan biaya produksi industri, hingga ancaman terhadap inflasi.

Selain itu, pelemahan rupiah juga dapat membebani sektor usaha yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS. Situasi tersebut membuat biaya pembayaran utang dan impor menjadi semakin mahal.

Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih dipengaruhi sentimen global, termasuk arah suku bunga Amerika Serikat serta ketidakpastian ekonomi dunia yang mendorong arus modal keluar dari negara berkembang.

Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan dari Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan dolar AS yang masih perkasa.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini