Intime – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjadikan penguatan ekosistem olahraga dan sportainment. Ini bagian strategi mendorong Jakarta tampil sebagai kota global sekaligus destinasi sport tourism internasional melalui pengembangan Jakarta International Stadium (JIS).
Melalui pengembangan JIS, Jakpro ingin menjadikan Jakarta bukan sekadar pusat bisnis, tetapi juga destinasi sport tourism dan gaya hidup berskala dunia.
Head of Strategic Business Unit (SBU) JIS, Shinta Kesumadewi, mengatakan JIS kini berkembang melampaui fungsi stadion olahraga semata.
“JIS tidak hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga ingin menjadi hub lifestyle bagi masyarakat Jakarta. Kami melihat adanya peningkatan awareness masyarakat terhadap gaya hidup sehat, dan itu menjadi peluang untuk membangun ekosistem yang lebih luas,” ujar Shinta, di Jakarta, Selasa (12/5).
Menurutnya, berbagai agenda internasional yang digelar di JIS, mulai dari pertandingan olahraga hingga konser musik dunia, ikut memperkuat citra Jakarta di mata global.
“Kehadiran event internasional, termasuk konser dan berbagai aktivitas lainnya, menjadikan JIS bukan hanya sebagai venue olahraga, tetapi juga bagian dari city branding Jakarta di level global,” katanya.
Strategi ini dinilai menjadi langkah agresif Jakarta untuk bersaing dengan kota-kota besar Asia yang lebih dulu sukses memanfaatkan sportainment sebagai mesin ekonomi dan pariwisata. Dengan kombinasi olahraga, hiburan, dan lifestyle, JIS diproyeksikan menjadi magnet baru yang mampu menarik wisatawan regional hingga internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Annual Jakarta Marketing Week 2026 pada ajang BEMA 2026 melalui sesi diskusi bertajuk Branding the City Through the Game di Kota Kasablanka, Jakarta.
Mengusung tema “Jakarta, The Global City”, forum itu menyoroti bagaimana olahraga dan hiburan kini bukan lagi sekadar kegiatan publik, melainkan instrumen strategis untuk membangun reputasi kota di panggung internasional.

