Rupiah Tersungkur Lagi Dolar AS Capai Rp17.360, Tekanan Global Belum Mereda

Intime – Nilai tukar rupiah kembali masuk zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (4/5). Pelemahan ini terjadi seiring menguatnya indeks dolar AS di pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.25 WIB di pasar spot, rupiah dibuka turun 23 poin atau 0,13% ke level Rp17.360 per dolar AS. Tekanan ini melanjutkan tren pelemahan yang sudah terjadi sebelumnya.

Pada perdagangan terakhir Kamis (30/4/2026), rupiah juga ditutup melemah 27 poin, setelah sempat tertekan hingga 60 poin di posisi Rp17.353 per dolar AS.

Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh indeks dolar AS yang bertahan di level 98,144, mencerminkan penguatan mata uang Negeri Paman Sam di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, yen Jepang cenderung stabil pada awal perdagangan Asia. Mata uang tersebut menguat tipis 0,1% ke posisi 156,88 per dolar AS, setelah sebelumnya mencatat kenaikan 1,4% sepanjang bulan lalu.

Penguatan yen diduga dipicu oleh intervensi otoritas Jepang, meski belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah. Sejumlah analis masih meragukan efektivitas langkah intervensi sepihak tersebut.

Kepala Riset Valuta Asing ANZ Bank di Sydney, Mahjabeen Zaman, menyebut perhatian pasar kini tertuju pada kemungkinan intervensi lanjutan, terutama di tengah kondisi likuiditas yang lebih tipis selama libur Golden Week di Jepang.

“Fokus utama adalah apakah intervensi lebih lanjut akan terjadi, mengingat pasar Jepang tutup untuk liburan Golden Week,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi keterlibatan AS dalam mendukung yen juga menjadi faktor penting yang akan menentukan arah pasar ke depan.

“Jika yen melemah lebih lanjut, kemungkinan intervensi bilateral bisa meningkat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini