Survei LKPI: Elektabilitas NasDem Tembus 7,3 Persen, Ungguli Golkar dan PKS

Intime – Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil survei elektabilitas partai politik menuju Pemilu 2029. Partai Gerindra berada di posisi pertama dengan elektabilitas 17,3 persen, disusul PDI Perjuangan dengan 16,8 persen.

Selisih elektabilitas kedua partai tersebut hanya 0,5 poin persentase. Sementara itu, Partai NasDem menempati posisi berikutnya dengan perolehan 7,3 persen.

Di bawah NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh elektabilitas 6,2 persen, diikuti Partai Golkar sebesar 6,1 persen dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 5,5 persen.

Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masing-masing meraih 4,3 persen. Adapun Partai Demokrat memperoleh 4,1 persen.

Survei tersebut juga mencatat gabungan partai lain di luar parlemen memiliki elektabilitas 5,6 persen.

LKPI menggelar survei pada 8-20 September 2026 dengan melibatkan 1.246 responden yang tersebar di 36 provinsi di hampir seluruh Indonesia.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah *multistage random sampling*, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan *margin of error* sekitar 3,1 persen.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan telepon yang dipandu pewawancara.

Khusus wawancara telepon, nomor ponsel virtual dihasilkan secara acak. LKPI mencatat tingkat kontak melalui telepon seluler sebesar 35 persen dan tingkat respons sebesar 33,1 persen.

Hasil survei ini menempatkan Gerindra dan PDI-P sebagai dua partai dengan elektabilitas tertinggi dalam pengukuran tersebut. Namun, selisih yang relatif tipis membuat persaingan keduanya masih terbuka.

Perlu dicatat, angka survei menggambarkan preferensi responden pada saat penelitian dilakukan. Elektabilitas tersebut masih dapat berubah seiring perkembangan politik hingga Pemilu 2029.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini