Wagub Jatim Sebut 19 Lembaga Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo

Intime – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut sebanyak 19 lembaga pendidikan diduga terdampak keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.

SPPG Kalitengah diketahui menyalurkan 2.800 porsi MBG pada Selasa (1/9). Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 porsi disalurkan ke Pondok Pesantren Manbaul Hikam, sementara sisanya didistribusikan ke sejumlah lembaga pendidikan lain.

“Jadi, total ini ada 19 lembaga yang terdampak, salah satunya Ponpes Manbaul Hikam,” ujar Emil saat memantau kondisi pasien di RSUD Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9).

Emil mengatakan, lembaga pendidikan yang siswanya diduga mengalami keracunan seluruhnya merupakan sekolah swasta. Jenjang pendidikan yang menerima distribusi MBG tersebut mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga pondok pesantren.

“Kesamaannya menjadi penerima manfaat, mereka penerima manfaat dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah,” kata Emil.

Kepala Satgas MBG Jawa Timur itu memastikan seluruh pasien yang telah mendapatkan perawatan sudah ditangani secara medis. Namun, pemerintah masih mengkhawatirkan adanya siswa yang mengalami gejala tetapi tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Kami khawatir jangan-jangan ada juga yang sebenarnya sakit tapi tidak datang ke rumah sakit. Mungkin menganggap diare (biasa) dicoba ditangani secara mandiri,” ujarnya.

Menurut Emil, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena gejala yang tidak ditangani secara tepat dapat berisiko menimbulkan masalah kesehatan lebih serius.

Karena itu, pemerintah berencana melakukan pengecekan langsung ke sekolah-sekolah penerima MBG. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada siswa yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan.

“Kami sepakat, akan cek di sekolah, ada yang absen nggak,” kata Emil.

Ia secara khusus meminta Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo mengecek kehadiran siswa di salah satu SMA swasta penerima MBG.

“SMA ini titip kepada Pak Kadisdik, kalau ada yang absen alasan sakit atau apa kita akan jemput bola, karena khawatir belum tertangani dengan optimal,” ujarnya.

Emil menyebut total pasien yang diduga mengalami keracunan akibat menu MBG dari SPPG Kalitengah mencapai 556 anak. Mereka telah mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini