Intime – Sebanyak 13 siswi SMP di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban perundungan senior. Mereka disebut dipalak dan dipaksa meminum kopi yang dicampur cuka serta bawang putih. Tiga siswi dilaporkan sampai dirawat di rumah sakit.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan perundungan dilakukan dengan modus tantangan atau challenge. Para junior diminta mengikuti tantangan dari seniornya.
“(Pakai cara) Challenge. Misalnya kan, ‘Lu, junior kan? Challenge nih’. Kalau ada yang kalah atau salah, langsung suruh minum itu. Informasi awal, itu kayak kopi dicampur cuka, dicampur bawang putih,” kata Bambang saat dihubungi, Sabtu (24/10).
Tak hanya dipaksa minum, para siswi juga diduga dimintai uang oleh seniornya. Nominal pemalakan disebut berbeda-beda.
“Ini juga ada yang informasi selain dipaksa untuk mengonsumsi minuman, juga ada yang dilakukan ini, pemalakan. Misalnya disertai permintaan uang ke junior-junior itu, dimintain Rp 5 ribu-Rp 10 ribu,” ungkapnya.
Bambang menyebut total ada 13 siswi yang diduga menjadi korban. Tiga di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
“Informasinya ada 13 orang yang mendapatkan perlakuan perundungan dan ada 3 orang yang dirawat di rumah sakit infonya,” jelas Bambang.
Ketiga siswi tersebut disebut mengalami sakit perut setelah kejadian.
Bambang mengatakan, sejauh ini polisi menerima informasi bahwa terduga pelaku merupakan seorang kakak kelas perempuan.
“Yang saya tahu satu,” ujarnya.
Kasus perundungan ini terjadi di lingkungan sekolah menengah pertama di wilayah Ciputat. Para korban merupakan siswi kelas bawah yang diduga mendapat perlakuan dari senior kelas tiga.
“Kita mendapatkan korban perundungan itu ada 13 siswi. Nah ini cewek-cewek nih. Ini cewek-cewek, yang dilakukan oleh senior kelas mereka. Jadi kelas 3 kepada kelas di bawahnya,” jelas Bambang.
Polisi masih mendalami informasi terkait dugaan pemalakan dan pemaksaan tersebut. Rangkaian kejadian serta pihak yang terlibat juga masih dalam penelusuran.
Bambang belum merinci identitas terduga pelaku maupun sekolah tempat perundungan terjadi.
Sementara itu, tiga siswi yang mengalami gangguan kesehatan dilaporkan masih mendapatkan penanganan medis setelah diduga dipaksa mengonsumsi minuman campuran tersebut.

