Anggaran MBG Lebih Baik Dialihkan untuk Sekolah, Beasiswa, hingga Gaji Guru

Intime – Di tengah perdebatan mengenai efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kajian terbaru menunjukkan bahwa realokasi anggaran program tersebut berpotensi memberikan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi masa depan pendidikan Indonesia.

Dalam policy brief berjudul “Makan Bergizi (Tidak) Gratis, Reformasi MBG untuk Pendidikan Anak Bangsa”, Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) menilai anggaran MBG dapat dialihkan untuk menutup kesenjangan pendidikan secara sistemik.

Realokasi tersebut dinilai mampu menuntaskan wajib belajar 12 tahun, memperluas akses pendidikan tinggi, serta meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

Peneliti IDEAS Muhammad Anwar menyebutkan, berdasarkan simulasi yang dilakukan, anggaran sebesar Rp 156,6 triliun cukup untuk memastikan seluruh anak Indonesia menuntaskan pendidikan hingga tingkat SMA.

“Dana ini mencakup beasiswa dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi hampir delapan juta anak miskin yang saat ini tidak bersekolah, sekaligus pembangunan ruang kelas dan sekolah baru,” ujar Anwar di Jakarta, Kamis (29/1).

Rinciannya, anggaran tersebut terdiri atas Rp 12,6 triliun untuk jenjang SD, Rp 52,1 triliun untuk SMP, dan Rp 91,9 triliun untuk SMA. Dengan skema ini, Indonesia berpeluang mencatat sejarah tanpa anak putus sekolah sebelum lulus SMA.

IDEAS juga mengusulkan alokasi Rp 64,6 triliun untuk pendidikan tinggi guna memberikan beasiswa bagi sekitar 2,2 juta mahasiswa miskin di luar program KIP Kuliah, serta subsidi biaya operasional 201 perguruan tinggi negeri. Langkah ini diproyeksikan meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi dari 22,3 persen menjadi 40 persen.

Selain itu, anggaran Rp47,7 triliun diusulkan untuk menaikkan gaji sekitar 2,1 juta guru honorer agar setara Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Guru yang sejahtera adalah fondasi kualitas pendidikan,” kata Anwar.

Total kebutuhan anggaran tersebut mencapai Rp 268 triliun, setara dengan anggaran MBG saat ini. IDEAS menegaskan, reformasi MBG bukan untuk menghentikan program, melainkan memastikan anggaran publik benar-benar berdampak bagi masa depan pendidikan Indonesia.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini