Intime – Presiden RI Prabowo Subianto mengakhiri kunjungan kenegaraannya di Prancis dengan membawa hasil diplomasi yang memperkuat posisi Indonesia di Eropa. Kepala Negara bertolak dari Paris menuju Jakarta pada Jumat (29/5) setelah menjalani serangkaian agenda strategis bersama Pemerintah Prancis.
Dilansir dari laman Seskab, keberangkatan Presiden Prabowo dari Bandara Orly diwarnai penghormatan militer dari Pemerintah Prancis. Sebanyak 21 personel pasukan kehormatan berjajar di sisi karpet merah sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin Indonesia.
Sejumlah pejabat tinggi Prancis turut melepas keberangkatan Presiden, di antaranya Menteri Urusan Frankofoni, Kemitraan Internasional, dan Warga Negara Prancis di Luar Negeri Eléonore Caroit serta Gubernur Militer Paris Jenderal Loïc Mizon.
Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Prancis. Selama berada di Paris, Presiden Prabowo menjalani pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, menghadiri upacara penyambutan kenegaraan di Les Invalides, serta mengikuti jamuan makan malam kenegaraan yang digelar Pemerintah Prancis.
Selain agenda diplomatik, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat dan diaspora Indonesia di Paris, memperlihatkan kedekatan dengan warga negara Indonesia di luar negeri.
Rangkaian kunjungan tersebut menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang semakin aktif memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara mitra utama di Eropa, terutama dalam bidang ekonomi, investasi, pertahanan, pendidikan, dan teknologi.
Dalam penerbangan kembali ke Tanah Air, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

