Intime – Rencana pemerintah melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Direktur Indonesian Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengingatkan agar pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu tidak hanya berorientasi pada pencapaian target administratif, tetapi benar-benar memberi dampak terhadap peningkatan kualitas generasi Indonesia.
Dia menilai MBG merupakan investasi jangka panjang yang harus difokuskan pada penurunan angka stunting, peningkatan kualitas gizi anak, dan penguatan daya saing sumber daya manusia.
“Yang paling penting ketika pemerintah kembali menjalankan Program MBG adalah memastikan orientasi utamanya tetap pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar mengejar target penyerapan anggaran atau pencapaian administratif,” kata Iwan, Selasa (14/7).
Menurutnya, pemerintah setidaknya harus memperhatikan empat hal penting agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Hal pertama ialah memastikan kualitas serta keamanan pangan. Seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga makanan diterima peserta didik, harus memenuhi standar keamanan pangan sehingga tidak memicu persoalan kesehatan.
Selanjutnya, Iwan menilai pengawasan program perlu diperkuat. Dengan cakupan nasional dan anggaran besar, MBG membutuhkan sistem monitoring yang transparan dan akuntabel. Pengawasan juga tidak cukup dilakukan pemerintah pusat, tetapi harus melibatkan pemerintah daerah, sekolah, lembaga pengawas, hingga masyarakat.
Selain itu, koordinasi antarlembaga dinilai menjadi faktor penting. Badan Gizi Nasional, kementerian terkait, pemerintah daerah, sekolah, dan pelaku UMKM harus memiliki mekanisme kerja yang terintegrasi agar distribusi makanan berjalan lancar.
“Tanpa koordinasi yang baik, potensi keterlambatan distribusi maupun ketimpangan pelaksanaan di daerah akan sulit dihindari,” ujarnya.
Iwan juga meminta pemerintah memastikan manfaat ekonomi program dirasakan masyarakat. Pasokan bahan pangan, menurut dia, sebaiknya berasal dari petani, nelayan, peternak, dan UMKM lokal sehingga MBG mampu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menegaskan keberhasilan MBG tidak cukup dilihat dari jumlah paket makanan yang dibagikan setiap hari. Yang lebih penting ialah dampaknya terhadap peningkatan kualitas gizi anak, mutu pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jika seluruh aspek tersebut dijaga secara konsisten, MBG berpotensi menjadi salah satu legacy pembangunan manusia paling strategis pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” tutupnya.

