Intime – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memberikan fasilitas kredit dengan plafon Rp 40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik pengusaha Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad. Dari fasilitas tersebut, kredit yang sudah digunakan mencapai Rp 17 triliun.
Senior Vice President Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, kredit itu akan digunakan untuk belanja modal atau *capital expenditure* (capex), pengembangan usaha, serta kebutuhan pembiayaan perusahaan dan entitas bisnis di industri batu bara dan sektor pendukungnya.
“Plafon fasilitas kredit yang diberikan kepada PT Jhonlin Baratama senilai Rp 40 triliun, dari plafon tersebut yang telah digunakan adalah sebesar Rp 17 triliun,” kata Adhika dalam keterbukaan informasi, Selasa (27/10).
Adhika menjelaskan, pemberian kredit dilakukan dengan mempertimbangkan prospek usaha, kinerja keuangan, kemampuan membayar, dan pembiayaan mandiri perusahaan. Bank Mandiri menyatakan penilaian kemampuan membayar hanya didasarkan pada arus kas usaha batu bara Jhonlin Group yang telah berjalan.
Untuk memastikan penggunaan kredit sesuai tujuan, bank menerapkan pemantauan melalui laporan aktivitas usaha sebagaimana diatur dalam dokumen pembiayaan.
Jaminan kredit meliputi aset tetap dan non-tetap, termasuk saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), serta rekening Jhonlin Baratama.
Bank Mandiri menyebut nilai total agunan lebih besar daripada plafon kredit. Rasio kecukupan agunan atau *Collateral Coverage Ratio* diklaim tetap berada di level 150 persen, dengan memperhitungkan harga terendah intraday saham JARR dan PGUN selama satu bulan terakhir.
Aset non-saham yang dijadikan jaminan telah dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik independen. Pengikatan aset juga dilakukan melalui notaris dan/atau PPAT.
Sebelumnya, tiga perusahaan terafiliasi Jhonlin Baratama, yakni PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada, menggadaikan seluruh kepemilikan saham PGUN sebagai jaminan fasilitas kredit.
Sementara itu, PT Eshan Agro Sentosa menggadaikan sekitar 8 miliar saham JARR untuk menambah jaminan atas fasilitas kredit yang diterima perusahaan tersebut dari Bank Mandiri.
Bank Mandiri menyatakan penilaian saham sebagai agunan tambahan telah memperhitungkan risiko volatilitas harga dan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan serta kebijakan internal perusahaan.

