Intime – Aktivitas di kawasan Miqat Bir Ali mulai dipadati jemaah haji Indonesia seiring meningkatnya pergerakan kloter dari Madinah menuju Makkah pada pagi hari. Untuk mengantisipasi lonjakan jemaah dan memastikan proses miqat berjalan lancar, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Madinah menyiagakan lebih dari 30 personel di sejumlah titik layanan.
Kepala Sektor Bir Ali, Divia Ardianto mengatakan, jumlah petugas yang diterjunkan tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dibanding musim haji sebelumnya. Mereka ditempatkan di delapan titik strategis untuk membantu pengaturan arus jemaah, memberikan arahan, hingga menangani jemaah yang terpisah dari rombongan.
“Pagi hari menjadi waktu paling padat karena banyak kloter berangkat berdekatan. Petugas kami sebar di banyak titik agar arus jemaah tetap lancar,” ujar Divia di Bir Ali, Rabu (13/5).
Menurutnya, kepadatan diperkirakan terus meningkat dalam dua hari ke depan. Bahkan pada Kamis besok, lebih dari 10 kloter dijadwalkan bergerak menuju Makkah sebelum pukul 07.00 waktu Arab Saudi.
Selain mengatur pergerakan jemaah, petugas juga fokus memastikan kesiapan fasilitas umum, termasuk akses toilet yang kerap menjadi titik antrean saat bus jemaah datang hampir bersamaan.
“Kalau fasilitas belum siap sementara jemaah datang dalam jumlah besar, tentu bisa menghambat pergerakan. Karena itu petugas harus cepat mengurai kepadatan,” katanya dilansir dari laman Kemenhaj.
Operasional pemberangkatan jemaah dari Madinah menuju Makkah melalui Bir Ali kini memasuki hari ke-14. Hingga Selasa (12/5), sebanyak 225 kloter atau sekitar 88 ribu jemaah telah melintasi Bir Ali untuk mengambil miqat.
Pada Rabu ini tercatat 16 kloter bergerak menuju Makkah, disusul 23 kloter pada Kamis, sebelum operasional ditutup Jumat dengan tiga kloter terakhir.
“InsyaAllah seluruh jemaah tetap bisa diberangkatkan sesuai jadwal dan terlayani dengan baik,” ujar Divia.

