Intime – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mendalami dugaan pelanggaran angkutan penumpang umum dalam kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Polisi menemukan berbagai barang bawaan tak lazim di dalam bus yang terbakar, mulai tabung gas hingga sepeda motor.
Polda Sumsel mulai menyelidiki dugaan adanya barang bawaan di luar ketentuan dalam kecelakaan maut Bus (ALS) dengan truk tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB.
Dalam insiden tersebut, sebanyak 16 orang tewas setelah bus dan truk tangki terlibat tabrakan frontal yang memicu ledakan dan kebakaran hebat.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, penyidik menemukan sejumlah barang di dalam bangkai bus saat olah tempat kejadian perkara (TKP). Barang-barang itu antara lain tabung gas, dipan kayu, alat mesin motor hingga dua unit sepeda motor.
“Barang-barang yang ditemukan di dalam kendaraan saat ini sedang kami dalami, termasuk apakah ada pelanggaran terkait ketentuan angkutan penumpang umum,” kata Nandang, Kamis (7/5).
Polisi kini menelusuri apakah barang bawaan tersebut turut memperparah dampak kecelakaan maupun menghambat proses evakuasi korban saat kebakaran terjadi.
Kecelakaan bermula ketika Bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Rupit. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sopir bus berinisial A diduga berusaha menghindari lubang di badan jalan.
Namun, bus diduga kehilangan kendali hingga masuk ke jalur berlawanan dan menghantam truk tangki PT Seleraya yang datang dari arah berlawanan.
“Pengemudi bus diduga mencoba menghindari lubang jalan sehingga kendaraan masuk ke jalur berlawanan dan terjadi tabrakan dengan truk tangki,” ujarnya.
Benturan keras memicu ledakan besar disertai kebakaran yang membuat banyak korban terjebak di dalam kendaraan.
Dari total korban tewas, 14 orang merupakan penumpang bus ALS, sedangkan dua lainnya kru truk tangki.
Selain fokus pada dugaan pelanggaran barang bawaan, kepolisian juga menyelidiki kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Dugaan adanya lubang di Jalan Lintas Sumatera yang menjadi pemicu awal kecelakaan akan ditelusuri bersama pihak terkait.
“Kami akan mengusut seluruh faktor penyebab kecelakaan ini, termasuk kondisi jalan dan aspek keselamatan angkutan umum, agar kejadian serupa tidak terulang,” tutur Nandang.

