Intime – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya menargetkan penyediaan 900 ekor sapi kurban. Hal itu guna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan hewan kurban yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menegaskan seluruh hewan kurban telah melalui proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan secara ketat.
“Prioritas kami adalah memberikan jaminan keamanan bagi konsumen. Setiap sapi berasal dari wilayah yang terverifikasi dan wajib melewati karantina serta pemeriksaan ulang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta,” ujar Raditya dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (29/4).
Dalam mendukung kelancaran layanan, Perumda Dharma Jaya mengoptimalkan fasilitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Cakung yang telah mengantongi sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Halal. RPH tersebut memiliki kapasitas pemotongan mencapai 200 hingga 250 ekor per hari dengan sistem semi-mekanik.
Sebanyak 100 tenaga profesional turut dikerahkan, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan. Selain itu, Dharma Jaya juga menyediakan layanan terpadu mulai dari pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus dalam satuan kilogram untuk memudahkan distribusi.
“Kami memastikan higienitas terjaga dari hulu hingga hilir, termasuk pengelolaan limbah sesuai regulasi lingkungan hidup,” tambahnya.
Untuk meningkatkan transparansi, masyarakat dapat mengakses informasi harga dan ketersediaan hewan kurban melalui kanal resmi media sosial Instagram @djawarameat.
“Penyediaan 900 sapi ini diharapkan memberi ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban dengan kualitas hewan dan layanan yang terjamin,” kata Raditya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, memastikan kesiapan Pemprov dalam menyambut Iduladha dengan menitikberatkan pada pelaksanaan kurban yang tertib, higienis, dan ramah lingkungan.
“Tidak hanya dari sisi ketersediaan hewan, tetapi juga penyelenggaraan mulai dari salat Id, proses pemotongan hingga distribusi daging kepada masyarakat,” ujarnya.
Pemprov DKI juga mendorong penggunaan wadah ramah lingkungan untuk mengurangi sampah plastik saat Iduladha, serta memastikan para petugas penyembelih memiliki sertifikasi Juleha guna menjaga standar syariat dan kesehatan.
Pengawasan kesehatan hewan akan dilakukan secara berlapis oleh Dinas KPKP sejak satu bulan sebelum hari pelaksanaan, termasuk di titik-titik penjualan hewan kurban.
Selain itu, Pemprov telah berkoordinasi dengan daerah pemasok seperti Lampung dan Jawa Tengah guna menjamin kelancaran distribusi, mengingat keterbatasan lahan di Jakarta.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap pelaksanaan Iduladha 1447 H dapat berjalan lebih tertib, sehat, dan berkelanjutan, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribadah kurban.

