DPT Muktamar NU Rampung, 557 Cabang Dipastikan Punya Hak Suara

Intime — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Muktamar ke-35 NU telah rampung diverifikasi. Dari total 590 peserta yang terdata, sebanyak 557 kepengurusan dinyatakan memenuhi syarat dan memiliki hak suara.

Rais Syuriyah PBNU sekaligus Sekretaris Steering Committee Muktamar ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, mengatakan proses verifikasi DPT telah mencapai 100 persen. Kepastian tersebut disampaikan saat meninjau Command Centre di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Selasa (25/8).

Menurutnya, jumlah peserta yang tidak masuk DPT mencapai sekitar 33 kepengurusan atau sekitar 3 persen dari total peserta. Namun, kondisi tersebut tidak memengaruhi kuorum Muktamar karena sebanyak 97 persen peserta telah memenuhi persyaratan sebagai pemilik hak suara.

“Sudah 100 persen. DPT sebanyak 557 yang meliputi PCNU, PWNU dan PCINU. Kalau jumlah total ada 590, jadi ada 3 persen yang tidak memenuhi syarat,” kata Mohammad Nuh, dikutip Rabu (26/8).

Ia menjelaskan, peserta yang tidak masuk DPT bukan karena persoalan kuorum, melainkan tidak memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan panitia. Beberapa di antaranya disebabkan adanya pengurus yang meninggal dunia serta perubahan status kepengurusan, terutama pada PCINU.

“Karena kan ada yang sudah mati, ada yang tidak memenuhi syarat. Dari sisi kuorumnya aman, karena itu kan sudah 97 persen,” ujarnya.

Meski tidak memiliki hak suara, peserta yang tidak masuk DPT tetap diperbolehkan mengikuti seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dengan status sebagai peninjau.

Muktamar Digelar Fisik, Tanpa Hybrid

PBNU juga memastikan seluruh peserta yang memiliki hak suara wajib hadir langsung di lokasi Muktamar. Tidak ada mekanisme pemungutan suara secara daring maupun hybrid, termasuk bagi PCINU yang berada di luar negeri.

Mohammad Nuh menegaskan Muktamar ke-35 NU akan digelar secara fisik karena kondisi saat ini dinilai sudah normal, berbeda dengan pelaksanaan kegiatan organisasi pada masa pandemi Covid-19.

“Semuanya peserta Muktamar datang ke sini. Tidak ada hybrid. Ini Muktamar fisik, kecuali yang dulu pada saat Covid, itu lain lagi. Ini kan normal,” pungkasnya.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Jombang pada 27-31 Agustus 2026 dengan 557 kepengurusan yang telah dinyatakan memenuhi syarat sebagai pemilik hak suara.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini