Isu Reshuffle Besar PSI: Jokowi Jadi Ketum, Budi Arie Calon Sekjen

Intime – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut tengah bersiap memasuki fase baru kepemimpinan. Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan bakal mengambil alih posisi Ketua Umum PSI, sementara mantan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi disebut disiapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Kabar tersebut disampaikan jurnalis senior Hersubeno Arief melalui kanal YouTube Hersubeno Point. Menurut dia, Jokowi disebut sudah bersiap untuk memimpin langsung PSI, bukan lagi berada di belakang layar sebagai Ketua Dewan Pembina.

“Saya mendengar kabar bahwa Jokowi sesungguhnya memang dia sudah bersiap untuk menjadi ketua umum,” ujar Hersubeno, dikutip Jumat (21/8).

Hersubeno juga menyebut Jokowi telah memiliki sosok yang diinginkan untuk mendampinginya sebagai Sekjen PSI. Nama Budi Arie Setiadi disebut sebagai kandidat yang dipersiapkan menggantikan Raja Juli Antoni.

“Dan dia disebut-sebut bahwa ada nama yang dia inginkan menjadi sekretaris jenderal untuk mendampinginya, bukan Raja Juli lagi. Kabarnya orang yang diharapkan oleh Jokowi untuk mendampingi dia sebagai Sekjen itu adalah mantan ketua umum Projo yakni Budi Arie Setiadi,” katanya.

Jokowi Dinilai Lebih ‘Menendang’ Jika Jadi Ketum

Menurut Hersubeno, deklarasi Jokowi sebagai Ketua Umum PSI disebut hanya tinggal menunggu waktu. Perubahan tersebut dinilai akan memberikan dampak politik lebih besar dibandingkan jika Jokowi tetap menjadi Ketua Dewan Pembina dan menyerahkan posisi ketua umum kepada putranya, Kaesang Pangarep.

“Kalau masih menyerahkan kepada Kaesang Pangarep sebagai ketua umum, dan Jokowi masih belakang layar sebagai ketua dewan pembina, ini efeknya tidak semenendang gitu kalau dia menjadi ketua umum,” ujarnya.

Kabar mengenai perubahan kepemimpinan PSI ini muncul ketika partai tersebut mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Jokowi sebelumnya bahkan menegaskan target PSI bukan sekadar lolos ke parlemen, tetapi memenangkan Pemilu 2029.

“Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029,” kata Jokowi saat Rakorda PSI Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8).

Jokowi juga mengungkapkan bahwa PSI memiliki target besar yang hendak dicapai, meski belum membeberkannya kepada publik.

“Ada target besar yang ingin kita capai, tetapi tidak usah saya sampaikan di sini,” ujarnya.

Jika terealisasi, perubahan tersebut berpotensi mengubah peta kekuatan dan strategi PSI menuju Pemilu 2029. Duet Jokowi-Budi Arie juga dapat menjadi simbol pergeseran PSI dari kepemimpinan generasi muda ke figur politik nasional yang memiliki basis kekuatan lebih luas.

Namun, sampai saat ini kabar mengenai Jokowi menjadi Ketua Umum PSI dan Budi Arie sebagai Sekjen masih sebatas informasi yang disampaikan Hersubeno berdasarkan kabar yang diterimanya. Belum ada keputusan resmi PSI yang mengonfirmasi perubahan tersebut.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini