Intime – Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kali ini, Tiyo membuat “Surat Permohonan Maaf” terbuka yang ditujukan kepada para pendukung pasangan 02 pada Pilpres 2024.
Surat tersebut sengaja dibuat agar dapat diisi dan ditandatangani oleh masyarakat yang mengaku menyesal telah memilih Prabowo-Gibran saat pemilu lalu.
Lewat unggahan di media sosial, Tiyo kembali memakai narasi tajam yang sebelumnya sempat memicu polemik.
“Memilih pemimpin bodoh itu kesalahan, tapi membiarkannya terus berkuasa itu kebodohan. Silakan,” tulis Tiyo dalam caption unggahannya.
Dokumen yang ia sebarkan berisi format pernyataan permintaan maaf atas pilihan politik pada Pilpres 2024.
Dalam surat itu tertulis:
SURAT PERMOHONAN MAAF
Saya yang bertanda tangan di bawah ini
Nama :
Alamat :
Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah memilih PRABOWO – GIBRAN pada Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2024.
Aksi Tiyo tersebut langsung memantik perhatian publik dan memicu perdebatan di media sosial. Sebagian menilai kritik itu sebagai bentuk kebebasan berekspresi, sementara lainnya menganggapnya sebagai provokasi politik terhadap pendukung Prabowo-Gibran.

