Rupiah Tersungkur, IHSG Ikut Lesu: Pasar Mulai Kirim Sinyal Bahaya Ekonomi

Intime – Tekanan terhadap pasar keuangan domestik terus berlanjut. Setelah nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.685 per dolar AS, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa pagi (19/5) juga dibuka di zona merah.

IHSG tercatat melemah tipis 0,03 poin atau 0,00% ke posisi 6.599,21. Sementara kelompok saham unggulan LQ45 turun 0,60 poin atau 0,09% ke level 650,49.

Meski koreksi terbilang tipis, pelemahan simultan IHSG dan rupiah dinilai menjadi sinyal meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi domestik. Tekanan terhadap rupiah membuat sentimen di pasar saham ikut terpengaruh, terutama karena investor asing cenderung sensitif terhadap stabilitas mata uang.

Pelemahan rupiah ke level Rp17 ribuan berpotensi meningkatkan biaya impor dan menekan kinerja emiten yang bergantung pada bahan baku maupun utang berbasis dolar AS. Kondisi itu dapat memengaruhi proyeksi keuntungan perusahaan dan memicu aksi jual di pasar saham.

Di sisi lain, tekanan eksternal seperti penguatan dolar AS, ketidakpastian suku bunga global, hingga kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia masih menjadi faktor utama yang membebani pasar keuangan Indonesia.

Pelaku pasar kini menunggu langkah stabilisasi dari pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga kepercayaan investor, terutama di tengah volatilitas rupiah yang terus menjadi sorotan.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini