Intime – Jemaah haji Indonesia diimbau memaksimalkan ibadah, zikir, dan doa menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Momentum di masyair muqaddasah itu dinilai sebagai waktu paling penting dalam seluruh rangkaian ibadah haji.
Pesan tersebut disampaikan Musyrif Dini, Abdullah Kafabihi saat mengisi kajian bertajuk Fadhail Amaliyah Masyair Muqaddasah di Musala Kantor Daerah Kerja Makkah, Senin (18/5) malam dilansir dari laman Kemenhaj.
Ulama yang akrab disapa Gus Kafa itu menegaskan, wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah menjadi inti pelaksanaan ibadah haji sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Al-hajju ‘Arafah” atau haji itu adalah Arafah.
“Arafah merupakan puncak dan inti dari ibadah haji, sehingga jemaah perlu memusatkan seluruh kekhusyukan ibadah pada momen tersebut,” ujar Gus Kafa.
Ia juga menjelaskan keutamaan ibadah di Muzdalifah dan Mina, mulai dari mabit hingga prosesi melontar jumrah. Menurutnya, seluruh rangkaian di masyair muqaddasah merupakan waktu-waktu istimewa untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Momentum di masyair muqaddasah adalah kesempatan penting untuk memperbanyak doa, zikir, dan memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT,” katanya.
Sebagai penguatan batin bagi jemaah di tengah beratnya rangkaian ibadah fisik, Gus Kafa juga menganjurkan jemaah untuk rutin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW selama berada di Tanah Suci.
“Saya menganjurkan jemaah mendawamkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 1.000 kali setiap hari selama pelaksanaan ibadah haji,” pungkasnya

