Intime – Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-7 Joko Widodo, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampil bersama setelah upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara, Senin (17/8). Momen tersebut dinilai sarat pesan politik.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menyebut ada empat pesan yang bisa dibaca dari kebersamaan Prabowo, Jokowi, dan Gibran.
Pertama, momen tersebut dinilai menegaskan soliditas politik Prabowo dan Jokowi. Kemunculan keduanya bersama di hadapan publik sekaligus membantah spekulasi mengenai keretakan hubungan politik.
“Dan tidak seperti spekulasi yang selama ini berkembang mengenai keretakan atau perbedaan kepentingan,” kata Iwan dalam keterangannya, Selasa (18/8).
Kedua, Iwan melihat Gibran sebagai simbol keberlanjutan politik. Ketiga tokoh tersebut dianggap merepresentasikan kesinambungan pemerintahan dari Jokowi kepada Prabowo, lalu membuka ruang bagi Gibran sebagai bagian penting pemerintahan ke depan.
“Jokowi sebagai representasi pemerintahan sebelumnya, Prabowo sebagai Presiden saat ini, dan Gibran sebagai Wakil Presiden yang menjadi bagian penting pemerintahan ke depan,” jelasnya.
Ketiga, kebersamaan tersebut dinilai memberikan pesan stabilitas kepada publik dan elite politik. Apalagi, suhu politik menuju Pemilu 2029 diperkirakan semakin meningkat.
Keempat, momen tersebut menjadi simbol untuk membantah narasi konflik internal.
“Politik tidak hanya dibangun melalui pernyataan resmi, tetapi juga melalui simbol. Kemesraan Prabowo, Jokowi, dan Gibran adalah simbol yang ingin menunjukkan bahwa komunikasi dan hubungan politik ketiganya tetap baik,” ujarnya.
Namun, Iwan mengingatkan publik tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa kebersamaan tersebut berarti seluruh kepentingan politik ketiganya sama.
Menurutnya, dinamika menuju 2029 masih panjang dan dapat memunculkan perubahan konfigurasi politik.
“Karena itu, yang paling penting adalah melihat apakah kedekatan simbolik ini kemudian diikuti oleh konsistensi kerja sama politik dan arah koalisi,” pungkasnya.

