spot_img

Ferry Latuhihin: Dolar Naik Cuma Gejala, Penyakit Ekonomi RI Ada di Institusi

Intime – Ekonom senior Ferry Latuhihin menilai persoalan ekonomi Indonesia saat ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Menurut dia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hanya merupakan gejala dari masalah yang lebih mendasar.

“Problem ekonomi kita sangat dalam dan kompleks. Tidak gampang dibenahi dalam semalam. Dolar yang ngacir terus ke atas cuma tanda, penyakit sesungguhnya adalah institusi ekonomi yang hancur,” kata Ferry kepada wartawan, Kamis (18/6).

Ferry menjelaskan, yang dimaksud dengan kerusakan institusi ekonomi mencakup banyak aspek. Mulai dari birokrasi, regulasi, hingga berbagai aturan yang menurutnya masih sarat dengan praktik korupsi.

Ia juga menyinggung persoalan ketidakjelasan hak kepemilikan, hubungan pemerintah pusat dan daerah, struktur kekuasaan politik, kualitas sumber daya manusia, hingga belum kuatnya sistem meritokrasi.

“Tidak jelasnya property right, hubungan pusat dan daerah, struktur kekuasaan dalam politik, lemahnya kualitas SDM kita, tidak adanya meritokrasi, maraknya KKN, kaburnya trias politika, dan segudang isu lainnya,” ujarnya.

Menurut Ferry, institusi merupakan “software” ekonomi yang berada pada tataran suprastruktur. Karena itu, perbaikannya tidak bisa dilakukan secara instan.

Ferry menilai tantangan pembenahan semakin besar karena perkembangan demokrasi pasca-1998 melahirkan elite politik dan partai-partai yang dinilainya masih menyisakan berbagai persoalan tata kelola.

Dampaknya, kata dia, investor asing menjadi lebih berhati-hati menanamkan modal di Indonesia. Ketidakpastian kepemimpinan dan arah regulasi dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investasi.

“FDI ngeri masuk ke negeri ini, karena mereka tidak tahu bandit mana lagi yang akan jadi kepala negara setiap lima tahun dan regulasi apa lagi yang akan dibuat,” kata Ferry.

Ia menegaskan, penguatan institusi ekonomi menjadi pekerjaan besar yang harus dilakukan apabila Indonesia ingin memiliki fondasi ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini