“Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Mari kita terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah pengabdian”.
Intime – Komisaris Utama PAM JAYA, Prasetyo Edi Marsudi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan pengabdian dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Prasetyo Edi Marsudi dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi nilai yang menyatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi nilai yang menyatukan kita dalam keberagaman,” kata Prasetyo.
Ia menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong, integritas, dan kepedulian agar tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Gotong royong, integritas, dan kepedulian harus terus hidup dalam setiap langkah pengabdian,” ujarnya.
Prasetyo mengatakan, membangun Indonesia tidak semata-mata diukur dari capaian pembangunan maupun keberhasilan institusi. Lebih dari itu, pembangunan harus memberikan manfaat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Karena membangun Indonesia bukan hanya tentang apa yang kita capai, tetapi tentang manfaat yang kita hadirkan untuk sesama,” katanya.
Dalam konteks pelayanan publik, ia mengajak seluruh insan PAM JAYA untuk terus bekerja dengan menjunjung tinggi integritas, memberikan pelayanan dengan hati, serta memastikan setiap kerja yang dilakukan memiliki dampak positif bagi masyarakat.
“Mari terus bekerja dengan integritas, melayani dengan hati, dan menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tutur Prasetyo.
Ia berharap semangat Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Mari kita terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah pengabdian,” pungkasnya.

