Intime – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG ditutup melemah 102,91 poin atau 1,72 persen ke posisi 5.896,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,03 poin atau 0,69 persen ke posisi 583,72.
“IHSG ditutup melemah terimbas koreksi indeks bursa global,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Ratna menjelaskan, sentimen negatif antara lain berasal dari melemahnya bursa kawasan Asia dan Eropa, akibat tekanan jual saham sektor teknologi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan biaya infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
“Tekanan pada saham sektor teknologi ini memicu koreksi pada harga komoditas logam, yang mendorong koreksi saham terkait,” ujar Ratna.
Untuk pekan depan, Ratna mengatakan investor akan menantikan sejumlah data ekonomi dari domestik, diantaranya indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.
“Sehingga, diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 5.700-5800 pada pekan depan,” ujar Ratna.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah menjelang penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik 2,49 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor transpprtasi & logistik yang naik masing-masing naik 0,47 persen dan 0,29 persen.
Sedangkan enam sektor turun yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 1,96 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor kesehatan yang turun masing-masing sebesar 1,32 persen dan 1,07 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BBRM, TRUS, ARTA, BHAT, dan RICY. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni FUJI, CLPI, YUPI, GPSO, UVCR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.520.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,11 miliar lembar saham senilai Rp12,72 triliun. Sebanyak 130 saham naik 590 saham menurun, dan 239 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 4,09 persen ke 71.126,00, indeks Hang Seng melemah 1,76 persen ke 22.671,86, indeks Shanghai melemah 2,26 persen ke 4.027,26, sedangkan indeks Strait Times melemah 0,52 persen ke 5.191,73.


