IHSG Bangkit, Rupiah Masih Jadi Beban Sentimen Pasar

Intime – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Kamis (16/7) di zona hijau di tengah tekanan yang masih membayangi nilai tukar rupiah. Penguatan pasar saham menunjukkan optimisme investor, meski pelemahan rupiah di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS masih menjadi tantangan bagi stabilitas pasar keuangan domestik.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 14,78 poin atau 0,24 persen ke level 6.056. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut naik 1,32 poin atau 0,22 persen ke posisi 601,22.

Penguatan IHSG mengindikasikan adanya aksi beli selektif setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun, ruang penguatan diperkirakan masih terbatas karena pelaku pasar tetap mencermati pergerakan rupiah yang pada pagi ini masih berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS.

Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor, menekan emiten yang memiliki utang valas, serta memicu kekhawatiran terhadap arus modal asing. Di sisi lain, penguatan IHSG menunjukkan sebagian investor masih melihat adanya peluang pada saham-saham berfundamental kuat di tengah volatilitas pasar.

Pelaku pasar kini menantikan perkembangan sentimen global, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak memberikan tekanan lebih besar terhadap pasar keuangan nasional.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini