Jhonny Simanjuntak: Judi Online Ancam Karakter Anak Bangsa

Intime – Komisi E DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak, mendesak langkah komprehensif dan kolaboratif untuk mencegah paparan judi online (judol) terhadap anak dan remaja.

Menurut Jhonny, maraknya anak dan remaja yang terpapar judol menjadi ancaman serius bagi pembangunan sumber daya manusia nasional. Ia khawatir generasi muda kehilangan pemahaman tentang proses, kerja keras, dan nilai kejujuran.

“Ini bukan sekadar ancaman finansial, tetapi juga krisis pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” tegas Jhonny.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai penguatan literasi digital bagi anak maupun orang tua harus dilakukan secara masif dan konsisten. Selain itu, perlindungan menyeluruh di ruang digital serta penegakan hukum tegas terhadap sindikat judol juga perlu diperkuat.

“Target-target terukur dari kebijakan perlindungan yang diampu berbagai institusi harus segera disampaikan ke publik agar langkah pencegahan lebih efektif dan terencana,” ujarnya.

Jhonny juga meminta pemerintah segera merealisasikan mekanisme pelaporan dan pemulihan korban judol anak, termasuk layanan konseling dan rehabilitasi psikososial.

Ia menekankan perlindungan anak di ruang digital harus dibangun melalui kolaborasi kuat antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

“Di era digital, keamanan warga negara harus menjadi prioritas agar terlahir generasi penerus bangsa yang sehat, berkarakter kuat, dan berdaya di masa depan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img