Intime – CEO Danantara, Rosan Roeslani, membeberkan alasan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), BUMN yang akan menjadi ujung tombak pengelolaan ekspor sumber daya alam Indonesia.
Menurut Rosan, Luke dipilih karena dinilai memiliki rekam jejak kuat di sektor pertambangan, perdagangan mineral, dan jaringan internasional yang luas.
“Track record-nya sangat kuat dan dia sangat memahami sektor ini,” ujar Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5).
Rosan menyebut Luke memiliki pengalaman panjang di sejumlah perusahaan multinasional, termasuk pernah menjadi direktur di PT Vale Indonesia Tbk. Selain itu, Luke juga dinilai memahami kultur kerja di Indonesia karena memiliki keluarga di Tanah Air dan mampu berbahasa Indonesia.
“Dia bisa Bahasa Indonesia juga karena istrinya orang Indonesia,” katanya.
Meski begitu, Rosan menegaskan faktor utama penunjukan Luke bukan soal kedekatan dengan Indonesia, melainkan kapasitasnya di industri sumber daya alam global.
“Pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, pernah memimpin banyak perusahaan mineral dan networking-nya juga sangat baik,” ujarnya.
Rosan juga menilai kinerja Luke selama berada di lingkungan Danantara menjadi pertimbangan penting dalam penunjukan tersebut.
“Selama di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik,” tuturnya.
Namun, Rosan enggan menjawab saat ditanya apakah penunjukan Luke dilakukan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, pemerintah resmi membentuk badan ekspor nasional melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang akan berperan sebagai eksportir tunggal komoditas SDA Indonesia. Kebijakan itu menjadi bagian dari aturan baru tata kelola devisa hasil ekspor (DHE SDA) guna menekan kebocoran penerimaan negara dan memperkuat transparansi perdagangan komoditas strategis nasional.

