Intime – Pengajian Akbar dan peletakan batu pertama Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne menjadi tonggak penting pembangunan pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan umat bagi diaspora Indonesia di Australia. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (27/6) itu dihadiri Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 H.M. Jusuf Kalla, tokoh masyarakat, ulama, pengusaha, serta komunitas Muslim Indonesia di Australia.
Masjid Hajjah Yuliana akan dibangun di atas properti bekas kantor polisi (former police station) yang berhasil diakuisisi melalui semangat gotong royong masyarakat Muslim Indonesia di Melbourne bersama para wakif dan donatur.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Jusuf Kalla. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kekompakan diaspora Indonesia yang berhasil mewujudkan pembangunan rumah ibadah di negeri orang.
“Membangun masjid adalah membangun peradaban. Masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan umat, dan mempererat persaudaraan. Apa yang dilakukan masyarakat Indonesia di Melbourne ini patut diapresiasi karena lahir dari semangat gotong royong,” ujar Jusuf Kalla.
Pembangunan masjid ini turut mendapat dukungan dari pengusaha asal Nagari Sulit Air, Sumatera Barat, H. Yendra Fahmi. Nama Masjid Hajjah Yuliana diambil dari nama almarhumah ibundanya sebagai bentuk penghormatan, cinta, dan bakti seorang anak kepada orang tua.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Dasaad Latief mengatakan bahwa pembangunan Masjid Hajjah Yuliana memiliki makna yang jauh melampaui pembangunan fisik semata.
“Bagi kami, masjid ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol cinta, penghormatan, dan bakti kepada orang tua, sekaligus warisan kebaikan yang diharapkan terus mengalir manfaatnya bagi umat,” kata Ustaz Dasaad Latief.
Menurutnya, penamaan Masjid Hajjah Yuliana menjadi teladan bahwa bakti kepada orang tua dapat diwujudkan melalui amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat.
“Semoga setiap langkah yang dilakukan untuk membangun masjid ini menjadi amal yang tidak pernah putus pahalanya dan menginspirasi banyak orang untuk terus berbuat baik kepada orang tua serta sesama,” tambahnya.
Masjid Hajjah Yuliana diharapkan menjadi pusat ibadah, pendidikan, pembinaan, dan pemberdayaan umat bagi masyarakat Muslim, khususnya diaspora Indonesia di Melbourne dan negara bagian Victoria. Kehadirannya juga menjadi bukti nyata kontribusi masyarakat Indonesia di luar negeri dalam memperkuat ukhuwah, membangun kebersamaan, serta mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi mendatang.
Pembangunan masjid ini menjadi simbol bahwa nilai bakti kepada orang tua, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia, di mana pun mereka berada.


