Intime – Rencana Pemprov DKI Jakarta menghadirkan layanan TransJakarta menuju Kepulauan Seribu pada 2027 menjadi angin segar bagi warga kepulauan. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendorong rencana tersebut segera diwujudkan sebagai solusi transportasi publik yang murah dan setara bagi masyarakat.
Bang Wibi panggilan bekennya mengatakan, transportasi terjangkau sangat dibutuhkan warga Kepulauan Seribu yang selama ini menghadapi tingginya biaya mobilitas menuju Jakarta daratan maupun antarpulau.
“Ini kabar yang menggembirakan. Warga Pulau Seribu juga berhak menikmati transportasi murah,” ujar Bang Wibi di Jakarta, Minggu (9/8).
Menurut Bang Wibi, kehadiran TransJakarta Laut bukan sekadar menghadirkan alternatif perjalanan. Layanan tersebut dapat memperkuat konektivitas antarpulau, membuka akses ekonomi, serta mendorong perkembangan sektor pariwisata Kepulauan Seribu.
Dorongan Bang Wibi terhadap transportasi laut murah telah disampaikan sebelumnya saat menerima audiensi organisasi kepemudaan Jakarta Maju Bersama (JMB) di Ruang Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta pada 18 Mei 2026.
Saat itu, Bang Wibi menyoroti kebutuhan warga Kepulauan Seribu terhadap transportasi publik yang lebih terjangkau dan terintegrasi. Ia juga mendorong adanya kajian layanan TransJakarta Laut sebagai bagian dari sistem transportasi Jakarta.
Rencana tersebut kini memasuki tahap lebih konkret setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI akan membuka layanan TransJakarta menuju Kepulauan Seribu pada 2027.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat meluncurkan layanan Call Center 1500813 Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (9/8).
Dalam rencana tersebut, pengelolaan transportasi menuju Kepulauan Seribu akan dialihkan dari Dinas Perhubungan kepada BUMD, yakni TransJakarta.
Bang Wibi menilai pengelolaan oleh TransJakarta dapat menjadi momentum untuk membangun layanan transportasi laut yang lebih terintegrasi dengan sistem transportasi Jakarta.
“Transportasi publik harus setara dan terjangkau,” tegasnya.
Ia meminta rencana TransJakarta Laut segera diterjemahkan ke dalam skema layanan yang jelas, mulai dari rute, frekuensi perjalanan, kapasitas kapal hingga besaran tarif.
Menurut Bang Wibi, aspek keterjangkauan harus menjadi prinsip utama. Selain menghubungkan Kepulauan Seribu dengan Jakarta daratan, layanan tersebut juga perlu memperhatikan kebutuhan mobilitas antarwilayah di kawasan kepulauan.
“Warga kepulauan punya hak yang sama,” pungkas Bang Wibi.

