Kepala Sudin Citata: Gedung di Jakarta Selatan Harus Tertib Masalah Perizinan Hingga Kelayakan Bangunan

Intime – Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar kegiatan sosialisasi peraturan bangunan gedung, khususnya terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Ruang Antasari, Pemkot Jaksel, Rabu (16/9).

‎Kepala Suku Dinas Citata Jakarta Selatan, Andy Lazuardy mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh bangunan gedung di wilayah Jakarta Selatan tertib secara perizinan, perencanaan, hingga kelaikan fungsinya.

Acara sosialisasi ini menghadiri 250 peserta yang terdiri dari pihak eksternal serta internal pemerintahan. Pelibatan pihak internal dinilai krusial guna memastikan gedung-gedung milik Pemerintah Daerah (Pemda) juga memenuhi standar kelaikan fungsi yang berlaku.

“Hari ini sosialisasikan peraturan bangunan gedung baik PBG, SLF. Intinya semua gedung harus tertib di Jakarta Selatan baik itu masalah perizinan perencanaanya maupun kelayakan fungsi bangunanya,” ucapnya kepada wartawan.

Ia melanjutkan, tingginya kesadaran dan perhatian masyarakat terhadap kelaikan fungsi bangunan terlihat dari melonjaknya permohonan survei teknis. Petugas di lapangan bahkan mencatat antrean penjadwalan survei kelaikan fungsi bangunan telah terisi penuh hingga bulan Oktober 2026 mendatang.

“Atensi masyarakat terkait dengan kelaikan fungsi bangunan cukup tinggi ya. Bahkan kita cukup kewalahan ya. Sampai kita menjadwalkan survei itu untuk sampai bulan Oktober itu sudah penuh,” tuturnya.

Terkait pembagian wewenang pengawasan dan perizinan, pengelolaan bangunan gedung dibagi berdasarkan ketinggian. Untuk di wilayah kota administrasi Sudin Citata berwenang menangani bangunan dengan ketinggian di bawah 8 lantai.

Sedangkan di dinas atau Provinsi DKI Jakarta bertanggung jawab menangani bangunan tinggi di atas 8 lantai.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa keandalan dan kelaikan fungsi bangunan merupakan salah satu parameter utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Dengan terjaminnya kelaikan seluruh gedung, para investor maupun calon penyewa tidak perlu ragu terhadap aspek keandalan dan keselamatan infrastruktur bangunan di Jakarta.

“Sehingga kalau ada investor datang mau untuk menyewa gedung, atau menjadi tenant di sini, mereka nggak ada keraguan lagi bahwa bangunan di sini sudah andal semua, seperti itu. Jadi, salah satu parameter kota global adalah keandalan bangunan gedung,” tutupnya. (Asp).

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini