Intime – LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai mulai memasuki tahap uji coba layanan dan operasional. DPRD DKI Jakarta menyoroti sejumlah aspek yang harus dipastikan sebelum layanan tersebut berjalan optimal, mulai dari keamanan hingga integrasi dengan transportasi publik lainnya.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga mengatakan pengoperasian rute baru LRT tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat transportasi publik Jakarta.
“Yang perlu menjadi perhatian bukan hanya kesiapan sarana dan operasional, tetapi juga keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, integrasi antarmoda, serta manfaatnya bagi mobilitas masyarakat,” kata Pandapotan, Rabu (16/9).
Dia mengatakan DPRD DKI akan terus mendorong pengembangan transportasi publik yang berorientasi pada kebutuhan warga. Pelayanan transportasi, kata dia, harus semakin mudah dan terhubung dengan moda lainnya.
“Kami akan terus mendorong agar pengembangan transportasi publik di Jakarta benar-benar berorientasi pada kebutuhan warga dan dapat memberikan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.
LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai memiliki lintasan sepanjang 12,2 kilometer dan melayani 11 stasiun. Jalur ini dibangun dengan dukungan investasi sekitar Rp 12,1 triliun.
Rute tersebut melayani Stasiun Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, hingga Manggarai.
Dengan adanya perpanjangan rute tersebut, perjalanan Kelapa Gading-Manggarai maupun sebaliknya dapat ditempuh sekitar 28 menit.
Layanan ini juga memperluas jaringan transportasi yang menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Stasiun Manggarai menjadi salah satu titik penting karena nantinya terhubung dengan Halte Transjakarta Manggarai, Stasiun Manggarai untuk KRL Commuter Line, serta layanan kereta bandara. Penumpang diharapkan dapat lebih mudah berganti moda.
Untuk tahap awal, tarif LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai dipatok Rp 5.000 secara flat untuk sekali perjalanan. Tarif tersebut berlaku sementara sampai Oktober 2026.
Pemprov Jakarta akan melakukan kajian untuk menentukan tarif selanjutnya. Pandapotan berharap pengembangan LRT tetap mengutamakan keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, dan kemudahan masyarakat.
“Transportasi publik yang terintegrasi adalah bagian penting dari Jakarta yang semakin nyaman dan terkoneksi,” katanya.

