Intime – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menyelidiki proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Penyidik terus meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mendalami dugaan peristiwa pidana dalam proyek tersebut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Namun, KPK belum dapat mengungkap konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang telah diperiksa.
“Terkait dengan kegiatan penyelidikan kereta cepat atau Whoosh saat ini masih terus berproses dan penyidik tentunya juga terus melakukan pendalaman, permintaan keterangan kepada sejumlah pihak yang tentunya pengetahuannya dibutuhkan untuk menemukan adanya dugaan peristiwa pidananya,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (9/9).
Dia menyebut perkembangan penyelidikan sejauh ini berjalan positif. Pihak-pihak yang dimintai keterangan disebut kooperatif dan memberikan informasi yang diperlukan tim penyelidik.
“Ya tentunya progres penyelidikannya juga berjalan secara positif, artinya pihak-pihak yang dimintai keterangan juga memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh tim penyelidikan KPK,” ujarnya.
Budi juga memastikan tidak ada lembaga atau institusi yang menghambat proses penyelidikan. Menurutnya, belum dibukanya informasi secara rinci merupakan bagian dari strategi penanganan perkara.
“Tidak ada. Jadi memang ini masih terus berproses, ini soal manajemen penanganan perkara saja,” katanya.
Budi menjelaskan KPK saat ini menangani berbagai kegiatan penyelidikan dengan strategi berbeda. Selain penyelidikan terbuka, terdapat pula penyelidikan tertutup yang dilakukan KPK.
“Karena memang ini kan penyelidikan terbuka ya. Di sisi lain juga banyak kegiatan penyelidikan tertutup yang KPK lakukan. Sehingga ini juga bagaimana strategi dan manajemen penanganan perkara di KPK,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai jumlah pihak yang sudah dimintai keterangan, Budi belum menyebut angka pasti. Dia mengatakan jumlahnya perlu dicek terlebih dahulu karena sudah cukup banyak pihak yang diperiksa.
“Untuk totalnya nanti kami cek ya. Karena memang sudah cukup banyak juga yang dilakukan permintaan keterangan,” ujarnya.
KPK juga belum mengungkap apakah pihak kontraktor konstruksi termasuk yang dimintai keterangan. Budi mengatakan identitas dan profil pihak yang diperiksa belum dapat disampaikan, termasuk apakah mereka berasal dari perusahaan swasta, penyelenggara pengadaan, atau pihak lain.
“Untuk detailnya pihak-pihak siapa saja, kami memang belum bisa membuka profil, identitas atau dari pihak mana, swasta atau pihak penyelenggara pengadaan ataupun pihak-pihak lainnya yang terkait, kami belum bisa update,” katanya.
Budi menegaskan penyelidikan terkait proyek kereta cepat Whoosh masih terus berjalan. KPK akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut sesuai kebutuhan dan tahapan penanganan perkara.

