Intime – Presiden Prabowo Subianto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilanjutkan. Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mendukung keputusan tersebut, tetapi meminta pemerintah memperbaiki tata kelola program.
Irma menilai MBG memiliki manfaat bagi anak-anak dan ibu hamil jika dijalankan secara profesional.
“Tentu saja (MBG) harus dilanjutkan, selain ini program utama beliau (Prabowo), program ini bermanfaat untuk anak-anak bangsa dan ibu hamil jika dikelola secara profesional,” kata Irma kepada wartawan, Minggu (16/8).
Politikus NasDem itu mengatakan MBG memiliki sejumlah tujuan, mulai dari meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mencegah stunting hingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun, dia mengingatkan pemerintah agar memperhatikan masyarakat yang telah mengeluarkan modal untuk penyediaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Irma, penghentian SPPG secara sepihak berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang belum mengembalikan modalnya.
“Jika ditutup berapa kerugian masyarakat yang sudah joint dan belum balik modal (boro-boro untung) yang harus ditanggung pemerintah?” ujarnya.
Irma menilai pelaksanaan MBG selama ini terlalu berfokus pada pendirian SPPG, sementara pengawasan belum berjalan optimal.
Dia menyebut kondisi tersebut berpotensi membuat makanan yang disediakan tidak habis dikonsumsi. Akibatnya, program dinilai bisa menjadi mubazir sekaligus membebani keuangan negara apabila target yang ditetapkan tidak tercapai.
“Oleh karena itu perbaiki tata kelolanya, evaluasi SDM dan anggarannya, agar antara anggaran yang dikeluarkan, manfaat yang diterima dan target presiden tercapai,” tegas Irma.
Sebelumnya, Prabowo menegaskan komitmennya melanjutkan MBG saat menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8).
Prabowo mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan gizi anak. Dia menyoroti masih adanya stunting di sejumlah wilayah Indonesia.
“1 dari 4 anak Indonesia ada yang mengalami stunting,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kondisi stunting dapat menghambat perkembangan sel otak, otot, dan tulang anak. Karena itu, pemerintah tidak boleh membiarkan anak-anak tumbuh dalam kondisi kekurangan gizi.
“Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG tapi dengan perbaikan dan efisiensi,” ujar Prabowo.

