spot_img

Magang Nasional Buka Jalan Lulusan Baru hingga Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja

Intime – Program Magang Nasional tak hanya menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk memasuki dunia kerja.

Lebih dari itu, program ini mulai membuka peluang yang lebih inklusif dengan memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk membuktikan kemampuan mereka hingga akhirnya berhasil diterima bekerja.

Kisah Rizky menjadi salah satu gambaran nyata dari hadirnya kesempatan tersebut. Di hadapan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Rizky yang merupakan peserta magang penyandang disabilitas menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah.

“Sudah diterima bekerja, terima kasih, Pak,” ujar Rizky, seperti dikutip dari unggahan Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (29/6).

Bagi Teddy, cerita Rizky menunjukkan bahwa Program Magang Nasional bukan sekadar tempat belajar, melainkan jalur nyata menuju dunia kerja yang lebih inklusif dengan memastikan setiap orang merasa dihargai dan memiliki hak yang sama.

“Mas Rizky, salah satu peserta magang yang sudah bekerja dan tadi datang kepada saya, bercerita bahwa dirinya merupakan peserta magang penyandang disabilitas,” ungkap Teddy.

Menurut Teddy, pemerintah memang merancang program ini agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh lulusan perguruan tinggi, tetapi juga menjangkau kelompok yang selama ini kerap menghadapi tantangan lebih besar dalam memperoleh pekerjaan, termasuk penyandang disabilitas.

“Selain mahasiswa yang baru lulus S1, nantinya ada beberapa kelompok lain yang dapat mengikuti program ini, yaitu dari kalangan profesi maupun saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ucapnya.

*Penghasilan hingga Rp 6 Juta Sebulan*

Teddy menjelaskan, Program Magang Nasional dapat menjadi peluang besar bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan. Peserta magang akan ditempatkan di berbagai perusahaan selama enam bulan.

Selama mengikuti program, mereka akan menerima pendapatan sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di daerah penempatan, dengan kisaran Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.

Selain menerima penghasilan, lanjut Teddy, peserta juga akan mendapatkan pendampingan dari mentor di perusahaan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, keberhasilan program mulai terlihat dari capaian angkatan pertama. Dari lebih dari 102 ribu peserta magang, sekitar 30 persen direkrut menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

“Sesuai data Kementerian Ketenagakerjaan, 30 persen sudah pasti langsung bekerja. Sisanya, dalam waktu dua sampai tiga bulan, akan direkrut oleh perusahaan-perusahaan lainnya,” katanya.

Melihat hasil tersebut, Teddy mengatakan pemerintah telah meningkatkan target peserta pada tahun ini menjadi 150 ribu orang. Program ini juga didukung semakin banyak perusahaan mitra. Pada angkatan pertama, sekitar 8.800 perusahaan dari kalangan BUMN maupun swasta terlibat dalam pelaksanaan program.

“Insya Allah, kita harapkan pada tahun ini angkatan kedua akan lebih banyak. Tentunya semakin banyak, semakin baik,” pungkas Teddy.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini