Intime – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara.
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mendorong agar menu MBG dibuat lebih beragam dengan memanfaatkan berbagai makanan khas dari daerah di Indonesia.
Megawati mengaku telah menyampaikan langsung gagasan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, menu MBG sebaiknya tidak diberikan dengan jenis makanan yang sama secara berulang.
“Ini yang saya bilang pada Pak Prabowo urusan MBG, saya bilang sebagai ibu lho. Saya sama beliau itu temenan dari jaman dulu,” kata Megawati dalam pidatonya pada acara Expose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II di Jakarta, Senin (10/8).
Megawati menilai Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam sehingga dapat dimanfaatkan untuk membuat menu MBG lebih variatif sekaligus mengenalkan makanan khas daerah kepada masyarakat.
Salah satu makanan yang secara khusus ia usulkan adalah rendang, kuliner khas Minangkabau.
“Mas (Prabowo), makanannya saya lihat kok itu-itu aja, toyo, lah mbok ya kan daerah kita nih macam-macam ya. Mbok ada rendang sekali-kali. Ketawa beliau,” ujar Megawati.
Menurut dia, keberagaman menu MBG juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui makanan.
“Benar dong. Kan cuman itu-itu aja toh (menu MBG),” katanya.
Usulan tersebut menempatkan program MBG bukan semata sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi, tetapi juga berpotensi menjadi sarana mengenalkan ragam kuliner daerah kepada generasi muda.

