Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong ulama dan habaib memperkuat peran dalam menjaga kerukunan, toleransi, serta membina generasi muda seiring transformasi Jakarta menuju kota global.
Pesan itu disampaikan Pramono saat menghadiri pelantikan sekitar 1.500 pengurus Forum Ulama Habaib (FUHAB) Jakarta di Jakarta International Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/8).
Menurut Pramono, keberadaan FUHAB memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang sejuk sekaligus memperkuat persatuan.
“Saya ingin mengucapkan selamat karena bagaimanapun FUHAB ini adalah organisasi kemasyarakatan yang betul-betul pandangannya, cara berpikirnya itu membuat kesejukan kehidupan di masyarakat karena mereka betul-betul memegang teguh bahwa NKRI itu adalah harga mati,” ujar Pramono.
Ia mengatakan kepengurusan FUHAB melibatkan ulama dan habaib dari berbagai wilayah Jakarta hingga kawasan aglomerasi. Jaringan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat komunikasi sosial di tengah masyarakat.
“Pelantikan Forum Ulama Habaib Jakarta dan sekitarnya dihadiri kurang lebih 1.500 orang pengurus. Kalau di Jakarta ada 267 kelurahan, ada 44 kecamatan, dan tentunya dari Depok, Tangerang, Bekasi, dan sebagainya,” katanya.
Tak Hanya Soal Keagamaan
Pramono menekankan, kontribusi ulama dan habaib tidak hanya dibutuhkan dalam kehidupan keagamaan. Mereka juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersamaan, memperkuat toleransi, serta membentuk karakter generasi muda.
“Peran ulama dan habaib sangat penting dalam membangun Jakarta. Bukan hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan membina generasi muda,” ujarnya.
Menurut Pramono, pembangunan Jakarta sebagai kota global harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan sosial masyarakat.
“Jakarta sedang bergerak menjadi kota global. Karena itu, kemajuan Jakarta tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diikuti kualitas manusia, karakter, moral, dan kehidupan sosial yang baik,” tuturnya.
Ia berharap FUHAB dapat semakin aktif berada di tengah masyarakat dengan menghadirkan pembinaan yang menyejukkan, merawat persaudaraan, serta membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial.
“Saya berharap FUHAB bisa terus hadir dekat dengan masyarakat, memberikan pembinaan yang menyejukkan, merawat persaudaraan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di Jakarta,” kata Pramono.
Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan FUHAB dan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar transformasi Jakarta tetap berjalan dengan menjaga nilai agama, budaya, dan kearifan lokal.
“Pemprov DKI siap memperkuat kolaborasi dengan FUHAB dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Jakarta yang maju, aman, toleran, dan bermartabat, tanpa meninggalkan nilai agama, budaya, dan kearifan lokal,” pungkasnya.

