spot_img

Momen Saling Hormat Prabowo-Jokowi di Hari Bhayangkara Bantah Isu Hubungan Retak

Intime – Momen Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saling memberi hormat saat bertemu di Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (2/7), dinilai bukan sekadar gestur biasa. Adegan itu disebut mengandung pesan politik yang kuat.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengatakan sikap saling hormat yang diperlihatkan kedua tokoh menjadi sinyal bahwa hubungan Prabowo dan Jokowi tetap baik.

“Gestur saling hormat dan sikap akrab yang ditunjukkan Prabowo dan Jokowi kemarin adalah bantahan nyata terhadap berbagai spekulasi liar yang menyebut hubungan keduanya retak. Itu pesan politik yang sangat jelas,” kata Iwan dalam keterangannya, Jumat (3/7).

Belakangan, muncul berbagai spekulasi yang menyebut hubungan Prabowo dan Jokowi mulai merenggang. Dugaan itu menguat setelah Jokowi melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke sejumlah daerah, termasuk Lampung. Selain itu, berkembang pula wacana Prabowo-Gibran dua periode yang dinilai sebagian kalangan sebagai manuver politik prematur.

Namun menurut Iwan, asumsi tersebut tidak sejalan dengan fakta yang terlihat saat peringatan Hari Bhayangkara. Ia meyakini safari politik Jokowi tidak mungkin dilakukan tanpa adanya komunikasi dengan Presiden Prabowo.

“Tidak mungkin seorang mantan presiden yang memiliki kedekatan dengan kepala negara melakukan safari politik tanpa ada komunikasi sebelumnya. Saling hormat kemarin semakin mempertegas hal itu,” ujarnya.

Iwan menilai hubungan antara Prabowo dan Jokowi masih berada dalam koridor komunikasi yang baik. Karena itu, berbagai spekulasi mengenai keretakan hubungan dinilai tidak memiliki dasar yang kuat.

Ia juga menyebut panggung Hari Bhayangkara bukan hanya seremoni kenegaraan, tetapi menjadi ruang komunikasi politik yang disaksikan publik. Dalam politik, kata dia, simbol dan bahasa tubuh sering kali menyampaikan pesan yang lebih kuat dibandingkan pernyataan verbal.

Menurut Iwan, gestur saling hormat dan jabat tangan hangat yang diperlihatkan Prabowo dan Jokowi menjadi sinyal bahwa keduanya masih menjaga hubungan politik yang solid.

“Dalam politik, simbol dan gestur berbicara lebih keras dari sekadar pernyataan. Dan kemarin, Prabowo dan Jokowi sudah menjawabnya dengan sangat jelas,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini