Intime – Warga negara Indonesia (WNI) Muhammad Taufiq dilaporkan tewas dalam pertempuran pertamanya setelah direkrut menjadi tentara Rusia untuk berperang di Ukraina. Taufiq disebut hanya menjalani pelatihan militer selama sekitar 10 hari sebelum dikirim ke medan perang.
Informasi tersebut disampaikan Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina (HUR) pada Selasa (27/10). Dalam pernyataannya, HUR memasukkan Taufiq sebagai salah satu warga negara asing yang direkrut untuk bertempur bersama pasukan Rusia.
Menurut HUR, Taufiq lahir di Sorong pada 22 Mei 1978 dan sebelum berangkat ke Rusia tinggal di Surabaya. Di Indonesia, ia pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta serta manajer perusahaan pertanian. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di Amerika Serikat dan mampu berbahasa Inggris.
HUR menyebut perekrut Rusia menemukan Taufiq melalui daftar riwayat hidup atau CV yang dikirimkannya saat mencari pekerjaan. Ia kemudian berangkat ke Moskwa setelah menerima tawaran pekerjaan dengan imbalan penghasilan tinggi.
Pada 19 April 2026, Taufiq menandatangani kontrak militer berdurasi satu tahun di Korolyov, sebuah kota dekat Moskwa. Ia selanjutnya ditugaskan sebagai penembak senapan mesin dan menjalani pelatihan di sebuah pusat militer dekat Voronezh.
Namun, menurut HUR, masa pelatihannya hanya berlangsung sekitar satu setengah minggu. Pada awal Mei, Taufiq dikirim ke wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Taufiq dilaporkan tewas dalam pertempuran pertamanya di wilayah Donetsk. Saat itu, pasukan Rusia berupaya bergerak dari permukiman Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve. HUR menyatakan Taufiq tewas tidak lama setelah dikerahkan ke garis depan.
Kasus tersebut menambah laporan mengenai warga asing yang direkrut untuk memperkuat militer Rusia dalam perang di Ukraina.
Markas Koordinasi Ukraina untuk Perlakuan terhadap Tawanan Perang pada 19 Oktober melaporkan hampir 46.000 warga asing dari 151 negara telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia. Rusia juga dilaporkan menargetkan perekrutan 18.500 warga asing sepanjang 2026, dengan lebih dari 16.000 orang disebut telah bergabung.
Pada Agustus, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina menyatakan memiliki dokumen mengenai sedikitnya delapan WNI yang direkrut masuk militer Rusia.
WNI lainnya, Rendi Apriyanto, 30 tahun, dilaporkan tewas pada September. Keluarganya mendapat kabar dari seorang warga Indonesia yang berperang untuk Rusia. Sebelumnya, Rendi mengatakan kepada keluarga bahwa dirinya direkrut untuk bekerja di bidang logistik.

