Intime – Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas meminta pemerintah bergerak cepat menyikapi polemik buku Memburu Muhammad yang diduga melakukan penistaan agama.
Anwar meminta pemerintah mengambil langkah agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kegaduhan di masyarakat.
“Kita meminta pemerintah agar cepat bertindak agar hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi,” kata Anwar dalam keterangannya, Minggu (27/9).
Dia menyesalkan masih adanya pihak yang dinilai menghina atau melecehkan ajaran agama tertentu. Menurutnya, persoalan tersebut dapat menyinggung perasaan umat dan berpotensi memicu kegaduhan.
“Hal tersebut kita sesalkan karena selain menyinggung perasaan umat dari agama yang mereka hina, hal tersebut juga berpotensi akan menimbulkan kegaduhan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan hal tersebut tentu jelas tidak kita inginkan,” ujarnya.
Anwar menegaskan negara perlu mengambil sikap apabila terdapat tindakan yang memenuhi unsur pelecehan terhadap ajaran agama.
“Negara harus bersikap bila ada tindakan pelecehan terhadap ajaran agama,” sambungnya.
Polemik buku *Memburu Muhammad* mencuat setelah sejumlah unggahan media sosial menyoroti buku tersebut bersama karya lain Feby Indirani, *Bukan Perawan Maria*. Keduanya disebut sebagai bagian dari serial *Islamisme Magis*.
Dalam unggahan yang beredar, terdapat sejumlah potongan tulisan yang dinilai sebagian warganet mengandung unsur penistaan agama. Polemik kemudian meluas di media sosial.
Polda Metro Jaya telah menyatakan akan mendalami informasi tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya baru menerima informasi mengenai persoalan itu.
“Ini pasti akan didalami baik itu dari Direktorat Siber apabila itu memang berada di dunia digital dan pasti juga akan ditangani dari pihak Ditreskrimum,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/9).
Budi mengatakan polisi juga memperhatikan informasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat, terutama jika berkaitan dengan isu SARA.
Sebelumnya, polemik buku tersebut juga mencuat setelah acara diskusi *Memburu Muhammad* di Bogor dibatalkan menyusul adanya penolakan. Penulis menyebut terdapat kekhawatiran terkait keamanan acara setelah muncul ancaman pengerahan massa.
Sampai saat ini, Polda Metro Jaya masih berada pada tahap pendalaman dan belum menyampaikan kesimpulan mengenai dugaan penistaan agama tersebut.

