Intime – Delegasi Indonesia walk out saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Aksi serupa dilakukan puluhan delegasi negara lain.
Aksi tersebut terjadi di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9) waktu setempat. Rekaman aksi delegasi Indonesia diterima dari Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York dan dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat (25/9).
Dalam video tersebut, delegasi Indonesia yang sebelumnya duduk di ruang sidang terlihat berdiri dan meninggalkan tempat ketika Netanyahu bersiap naik ke podium. Setelah itu, bangku delegasi Indonesia tampak kosong.
Sejumlah delegasi lain juga ikut meninggalkan ruang sidang. Antrean bahkan terlihat saat para utusan keluar dari ruangan. Suasana sempat riuh hingga pimpinan sidang meminta ketertiban.
Dilansir AFP, Netanyahu kemudian menanggapi aksi tersebut dalam pidatonya. Tim Netanyahu yang berada di ruangan justru berdiri dan bertepuk tangan.
Netanyahu menyebut delegasi yang meninggalkan ruang sidang sebagai “pengecut moral”.
“Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi,” kata Netanyahu, seperti dikutip AFP.
Netanyahu juga menggunakan pidatonya untuk menyerang sejumlah pihak yang mengkritik Israel. Salah satunya Wali Kota New York Zohran Mamdani.
Netanyahu menuduh Mamdani sebagai sosok “antisemit”. Dia juga mengklaim warga Yahudi di New York merasa tidak aman sejak Mamdani terpilih sebagai wali kota.
Pidato Netanyahu berlangsung di tengah kampanye pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. AFP melaporkan Netanyahu berada dalam persaingan ketat untuk mempertahankan kekuasaannya dan menggunakan panggung PBB untuk menyerang sejumlah lawan serta pengkritiknya.
Sebelumnya, Netanyahu menyatakan akan menggunakan pidatonya di PBB untuk membela tindakan Israel dan menghadapi kritik terhadap kebijakan negaranya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan menyampaikan pernyataan nasional Indonesia pada Sabtu (26/9) waktu setempat. Indonesia akan membawa sejumlah isu, termasuk ketahanan global, penguatan multilateralisme, dan Palestina.

