spot_img

PAM JAYA Transformasi Pendanaan, Perkuat Kemandirian Korporasi Tanpa Bergantung PMD

Intime – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Jaya (PAM JAYA) tengah melakukan transformasi besar dalam tata kelola pendanaan guna mengurangi ketergantungan pada Penyertaan Modal Daerah (PMD).

Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat kemandirian korporasi dalam menghadirkan infrastruktur air minum yang berkelanjutan di DKI Jakarta.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan hal tersebut dalam forum Investor Daily 4 Years of Transformation bertajuk “Unlocking Capital Market for Sustainable Development” di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Menurut Arief, langkah mengurangi dependensi terhadap PMD menjadi komitmen penting yang sejalan dengan keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar BUMD berani mempersiapkan korporasinya secara mandiri.

“Kami sudah menyiapkan tata kelola pendanaan yang saat ini memang kecepatannya (speed) harus ditingkatkan. Kami mulai mengurangi ketergantungan agar dependensi tidak melulu bertumpu pada penyertaan modal daerah,” ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/7).

Arief menjelaskan bahwa BUMD memiliki kapasitas yang sangat besar jika mampu melakukan optimalisasi terhadap aset-aset yang telah diberikan oleh pemerintah. Jika optimalisasi ini berjalan dengan baik, dampak (gains) yang dihasilkan bagi kinerja perusahaan akan sangat signifikan.

Transformasi ini mulai menunjukkan hasil positif bagi kesehatan korporasi. Saat ini, konektivitas pelayanan air bersih PAM JAYA telah berhasil memenuhi 82 persen kebutuhan di Jakarta.

Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi komitmen jangka panjang perusahaan untuk mewujudkan target 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan bagi seluruh masyarakat Jakarta melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini