Pemprov DKI Tangani Korban Kebakaran Kemayoran, Solusi Hunian Vertikal untuk Permukiman Padat

Intime – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung lokasi pengungsian korban kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan seluruh layanan dasar bagi warga terdampak telah tersedia, mulai dari pengungsian, dapur umum, layanan kesehatan, bantuan logistik, hingga pendampingan psikologis.

Berdasarkan data sementara, kebakaran menghanguskan 304 bangunan dan berdampak pada 354 kepala keluarga (KK) atau 679 jiwa. Dari jumlah tersebut terdapat 35 lansia, 90 balita, dua ibu hamil, serta ratusan warga usia produktif dan anak-anak yang kini berada di pengungsian.

Pemprov DKI Jakarta telah mendirikan posko pengungsian terpadu di Lapangan Yusuf Hamka untuk memastikan seluruh kebutuhan warga dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“Kami sudah menyiapkan posko di Lapangan Yusuf Hamka secara lengkap. Ada posko kesehatan, dapur umum, dan posko dukungan psikologis untuk anak-anak. Dinas Sosial juga sudah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, matras, serta kebutuhan dasar lainnya,” kata Rano Karno.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyalurkan paket sandang dan bantuan natura. Layanan kesehatan diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Untuk membantu pemulihan kondisi psikologis korban, terutama anak-anak yang mengalami trauma akibat kebakaran, Pemprov DKI menyediakan layanan trauma healing dan pendampingan psikologis di lokasi pengungsian.

“Kami juga menyiapkan posko dukungan psikologis. Saat ini ada dua ibu hamil yang terdata dan kondisinya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun jika membutuhkan rujukan ke rumah sakit, seluruh layanan kesehatan sudah siaga,” ujarnya.

Di sisi lain, Rano memastikan pengurusan dokumen kependudukan yang hilang akibat kebakaran dapat dilakukan dengan cepat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) telah membuka layanan bagi warga yang kehilangan KTP maupun kartu keluarga.

“Dukcapil sudah menyerahkan dokumen seperti kartu keluarga dan KTP bagi warga yang membutuhkan. Kami mengimbau warga yang dokumennya hilang atau rusak agar segera melapor supaya proses penggantian bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Rano juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat. Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov DKI, sebagian besar kasus kebakaran di Jakarta dipicu oleh korsleting listrik.

“Kalau melihat data yang ada, sekitar 95 persen kebakaran di Jakarta disebabkan korsleting listrik. Karena itu masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah,” tegasnya.

Menurut Rano, peristiwa Kebon Kosong menjadi pengingat pentingnya penataan lingkungan permukiman yang lebih aman dan tertata. Salah satu solusi yang dinilai perlu dipertimbangkan adalah pembangunan hunian vertikal bagi warga di kawasan padat penduduk.

“Mudah-mudahan kejadian ini menjadi yang terakhir. Masyarakat perlu terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan karena setiap kebakaran menimbulkan kerugian besar bagi semua pihak,”tuturnya.

Ia menilai hunian vertikal dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan memiliki standar keselamatan yang lebih baik dibandingkan permukiman padat yang rentan terhadap kebakaran.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img