Intime – Kemampuan dalam menggunakan teknologi digital dimanfaatkan mahasiswa Mercu Buana untuk membagi ilmu kepada para siswa-siswi di sekolah.
Pada hari Senin, 18 Mei 2026, pukul 11.00 hingga 12.45 WIB Tim Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana menyelenggarakan kegiatan Kuliah Peduli Negeri (KPN) bertema PERISAI-AI: “Edukasi Kecerdasan Buatan: Membedakan Realitas dan Ilusi dalam Pemanfaatan AI” di SMK
Bina Insan Mandiri (BIM), Jakarta,
Acara ini dihadiri 53 siswa-siswi SMK Bina Insan Mandiri sebagai peserta utama.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital generasi muda Indonesia, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat.
Kegiatan PERISAI-AI (Pelindung Edukasi Realitas dan Ilusi Sebagai Antisipasi AI) dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa-siswi SMK Bina Insan Mandiri mengenai cara memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak dan bertanggung jawab. Peserta diajak untuk memahami perbedaan antara konten nyata dan konten rekayasa AI, khususnya
terkait fenomena deepfake yang kian marak di era digital.
Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars
Universitas Mercu Buana. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Dwi Erlangga Saputra, serta arahan dari Dosen Pengampu Mata Kuliah Kuliah Peduli Negeri Dr. Sabena, S.Ikom., M.Ikom.
Turut hadir pula Nerviadi Gunardi, S.Ds selaku perwakilan guru pendamping SMK Bina Insan Mandiri.
Sebagai bentuk apresiasi dan kerja sama antara Universitas Mercu Buana dengan SMK Bina Insan Mandiri, dilaksanakan prosesi penyerahan plakat dan sertifikat penghargaan kepada Dr. Sabena, S.Ikom., M.Ikom. selaku dosen pengampu mata kuliah Kuliah Peduli Negeri dan Nerviadi Gunardi, S.Ds selaku perwakilan guru pendamping SMK Bina Insan Mandiri.
Sesi inti kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh tim pemateri mahasiswa, yaitu Bunga
Nur Mufidah. dan Farhan Ibrahim Nurzaman. Materi berfokus pada pemahaman deepfake, cara
mengenali konten AI yang menyesatkan, serta strategi perlindungan diri di dunia digital. Sesi ini disambut antusias oleh para peserta dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang
disertai hadiah bagi peserta aktif.
Kegiatan PERISAI-AI ditutup dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” sebagai bentuk rasa cinta kepada tanah air, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh peserta dan tim pelaksana.
Peserta juga diminta mengisi post-test sebagai syarat penyelesaian kegiatan. Kegiatan ini diharapkan
menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan teknologi AI secara cerdas,
kritis, dan bertanggung jawab, sesuai tagline: “PERISAI-AI: Lindungi Diri, Cerdas Hadapi Teknologi”

