Intime – Pemerintah memastikan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026. BBM subsidi jenis RON 90 itu tetap dijual Rp 10.000 per liter.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan kenaikan harga minyak dunia tidak akan langsung berdampak terhadap harga Pertalite. Namun, kondisi berbeda berlaku untuk BBM nonsubsidi.
Harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya akan disesuaikan dengan harga pasar. Yuliot mengatakan pemerintah akan melihat perkembangan harga rata-rata dalam satu bulan sebelum menentukan penyesuaian.
“Tapi kalau yang ini nonsubsidi ini akan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi ini yang kita lihat rata-rata dalam satu bulan kira-kira berapa penyesuaian kira-kira berapa,” kata Yuliot.
Yuliot belum merinci besaran penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut. Namun, sebelumnya peneliti sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti memproyeksikan harga BBM nonsubsidi naik 5-11 persen pada Oktober 2026.
Proyeksi itu dihitung berdasarkan rata-rata harga pasar pada periode 25 Agustus-25 September 2026. Yayan menyebut rata-rata MOPS bensin naik dari 111,4 dollar AS per barel pada periode harga September menjadi sekitar 126,7 dollar AS per barel untuk periode Oktober.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah menguat dari Rp 17.892 menjadi Rp 17.630 per dollar AS. Namun, penguatan rupiah tersebut dinilai belum mampu mengimbangi kenaikan harga minyak dunia.
Yayan memperkirakan kenaikan harga BBM nonsubsidi akan terjadi jika mengikuti formula harga. Untuk Pertamax, dia memperkirakan pemerintah kemungkinan masih menahan harga jual meski harga keekonomiannya telah mencapai sekitar Rp18.350 per liter.
“Bila mengikuti formula, harga BBM nonsubsidi naik 5-11 persen. Pertamax kemungkinan besar ditahan lagi, tetapi harga aslinya kini sekitar Rp 18.350 per liter,” ujar Yayan.
Sementara itu, sejumlah BBM nonsubsidi lainnya juga diproyeksikan mengalami kenaikan. Pertamax Turbo diperkirakan menjadi Rp 21.450 per liter, Dexlite Rp 25.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp 26.600 per liter.
Besaran tersebut masih merupakan proyeksi berdasarkan perhitungan harga pasar. Harga resmi BBM nonsubsidi akan mengikuti keputusan pemerintah dan Pertamina.

